22,5 Ton Produk Air Kelapa Sulut Diekspor ke Vietnam

Ekonomi211 views

METRO, Manado- Sulawesi Utara mampu mengekspor berton-ton air kelapa ke luar negeri. Setelah beberapa bulan lalu komoditas tersebut mulai rutin diekspor ke Singapura, kini produk tersebut berhasil menembus pasar Vietnam.

Setelah berhasil mengantongi Phytosanitary Sertificate dari Karantina Pertanian Manado, produk milik PT. Sasa Inti tersebut hari ini (Selasa, red), resmi diberangkatkan melalui Pelabuhan Laut Bitung menuju Vietnam. Total volume air kelapa yang diekspor mencapai 22,5 ton dengan total nilai ekonomi Rp 786.463.825,-

“Ekspor air kelapa ke Vietnam merupakan pasar baru yang berhasil ditembus. Ini suatu apresiasi tentunya kepada pelaku usahanya karena berhasil mengangkat nilai komoditas sampingan yang sebagian besar di Sulut masih menjadi limbah,” kata Kepala Karantina Pertanian Manado, Donni Muksydayan Saragih kepada METRO, Selasa (8/6).

Berdasarkan data IQFAST Badan Karantina Pertanian (Barantan), komoditas air kelapa yang berhasil diekspor sepanjang 2021 sebanyak 63.602 kg dengan nilai mencapai Rp 1.970.213.088. Angka ini mengalami peningkatan dibandingkankan periode yang sama di tahun 2020 yang sebesar Rp 1.246.041.752.

“Berbagai produk turunan kelapa kini menjadi fokus utama yang didorong menjadi komoditas ekspor. Komoditas sabut kelapa dan ampasnya juga sudah berhasil diekspor,” ujar Doni.

Dia berharap volumenya terus meningkat mengingat potensi market besar selain bahan baku juga melimpah. “Potensi ini merupakan anugrah terbaik dari surga tropis didaratan Nyiur Malambai yang perlu kita manfaatkan,” ungkapnya.

Ditempat terpisah, Kepala Barantan, Bambang mengapresiasi bertambahnya pasar baru bagi komoditas pertanian asal Sulut. “Ini sejalan dengan program strategis berupa upaya peningkatan ekspor,” kata Bambang.(71)

Komentar