Nekat Melawan, Buronan Pembunuhan di Desa Kali Ditembak

>> JS alias Jonly.
>> JS alias Jonly.

METRO, Manado- Buronan pelaku pembunuhan di Desa Kali, Jaga I, Kecamatan Pineleng tujuh tahun lalu, yaitu lelaki JS alias Jonly (34), warga Kelurahan Taas, Kecamatan Tikala berhasil diringkus di jalan raya Dimembe – Likupang, Minahasa Utara, Rabu (30/06) lalu. Pelaku terpaksa ditembak karena nekat berusaha kabur dari tangkapan polisi.

Pria bertato ini ditangkap tim gabungan Resmob Polda Sulut, Polsek Pineleng, Resmob Maesa dan Resmob Matuari Polres Bitung. “Ya, laporan polisinya di Polsek Pineleng, tapi penanganannya dilimpahkan ke Polresta Manado,” tegas Kasat Reskrim Polresta Manado, Kompol Taufiq Arifin, Kamis (01/07) kemarin.

Bacaan Lainnya

Tujuh tahun lalu pada Sabtu 12 Juli 2014, pelaku Jonly menikam korban lelaki Ferdy Teneh (23), warga Desa Warembungan, Jaga IX, Kecamatan Pineleng, saat menghadiri pesta pernikahan yang digelar Keluarga Tampinongkol – Lumansik. Korban ditemukan tak bernyawa di samping fondasi pembatas jalan yang berjarak sekitar 200 meter dari bangsal pernikahan. Usai melakukan aksinya JS kemudian melarikan diri ke Jakarta.

Keluarga korban kemudian membuat laporan ke Polsek Pineleng dengan laporan polisi bernomor: LP/219/VII/2014/Sek-Pineleng. Dalam pelariannya, Jonly sempat ditangkap polisi di Jakarta karena membawa narkotika jenis sabu-sabu pada April 2017 silam. Pelaku ketika itu divonis selama 6 tahun penjara dan menghirup udara bebas, pada Desember 2020 lalu.

Sementara itu, Kapolsek Pineleng Iptu Marudut Pasaribu mengatakan mendapat informasi dari keluarga korban yang menyebutkan pembunuh Ferdy Teneh sempat terlihat di Pineleng. “Kami langsung merespon informasi keluarga lalu berkoordinasi dengan Tim Maleo untuk memburu pelaku,” tegas Mantan Katim Lipan tersebut.

Lanjutnya, Polsek Pineleng dan Tim Maleo Polda Sulut kemudian berkoordinasi lagi dengan Resmob Maesa dan Resmob Matuari Polres Bitung, karena pelaku terdeteksi sedang berada di wilayah Bitung. Pelaku berhasil ditangkap di jalan raya Dimembe – Likupang, Minut. “Pelaku terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas di kedua kakinya karena berusaha kabur dengan motornya,” tegas Pasaribu.(33)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan