oleh

Isolasi Mandiri Terapung Akan Hadir di Bitung

Dilakukan di atas kapal Pelni, daya tampung ribuan pasien

METRO, Bitung- Kabar gembira terkait penanganan Covid-19 datang dari Bitung. Ketersediaan ruang isolasi bagi warga yang terpapar dijamin akan lebih dari cukup. Bagaimana tidak, kapal milik PT Pelni yang berkapasitas ribuan penumpang tengah disiapkan sebagai tempat isolasi terapung.

Kabar ini disampaikan Walikota Bitung Maurits Mantiri pada Kamis (29/07) kemarin. Ia menyampaikan itu usai melakukan pengecekan di KM Tatamailau yang tengah bersandar di Pelabuhan Bitung.

“Kementerian Perhubungan dan PT Pelni menyetujui permintaan bantuan yang kita ajukan. Nantinya KM Tatamailau ini akan dijadikan lokasi isolasi bagi warga yang terpapar,” ujarnya.

Maurits yang didampingi Wakil Walikota Hengky Honandar membeber kronologis persetujuan itu. Mulanya kata dia, permohonan bantuan tempat isolasi diajukan Pemkot Bitung via PT Pelni. Namun untuk lebih meyakinkan permohonan itu diteruskan ke Gubernur Sulut Olly Dondokambey.

“Waktu Pak Gubernur meninjau rumah sakit darurat kami sampaikan soal itu. Beliau langsung menelpon Menteri Perhubungan dan saat itu juga langsung disetujui,” ungkapnya.

Maurits optimis bantuan kapal ini akan berdampak signifikan terhadap penanganan penyebaran Covid-19. Keterbatasan ruang isolasi yang selama ini jadi kendala akan teratasi. Dengan begitu, rumah sakit akan lebih fokus menangani pasien yang punya gejala berat, termasuk juga pasien dengan penyakit lain.

“Dan ini nantinya bukan cuma untuk warga Bitung. Warga Minahasa Utara, Manado dan lain-lain bisa dirawat di sini. Kapasitas yang mencapai ribuan kamar bisa melayani untuk Sulut,” katanya.

Lebih lanjut, Maurits menyatakan operasional KM Tatamailau sebagai tempat isolasi terapung akan segera bergulir. Bersama seluruh stakeholder pihaknya akan mempercepat kesiapan penggunaan kapal itu. Langkah awalnya kata dia, penataan tempat akan dilakukan untuk menyesuaikan dengan protokol perawatan pasien Covid-19.

“Kita tidak bisa menggunakan semua bed (tempat tidur,red) yang tersedia. Posisinya terlalu berdekatan jadi harus diatur. Begitu juga dengan kondisi tempatnya, harus disesuaikan agar situasinya seperti di rumah sakit,” tuturnya seraya menginformasikan kemungkinan ada dua kapal PT Pelni yang digunakan untuk tempat isolasi.

Sementara itu, Roberto Matualage selaku Kapten KM Tatamailau turut berbicara. Ia menyatakan kesiapan pihaknya untuk mendukung keputusan tersebut. Roberto bersama beberapa kru menemani Maurits dan Hengky saat meninjau di atas kapalnya.

“Ini sangat bagus. Kebetulan kapal ini sedang berstatus port stay jadi bisa dimanfaatkan. Dan kami kru di kapal ini bahagia bisa berperan dalam penanganan Covid-19,” tukasnya.

Roberto membeber lokasi di kapalnya yang akan dijadikan tempat isolasi. Tempat itu berada di dek 4 dengan kapasitas sekitar 1.000 bed.

“Untuk pengaturannya biar pihak terkait yang mengurus. Kami ikut saja sesuai protokol yang berlaku,” ucapnya.Dalam peninjauan di KM Tatamailau sejumlah pihak ikut hadir. Mereka diantaranya General Manager PT Pelindo IV (Persero), Ramdan Kiay Demak, Plh Kepala PT Pelni Cabang Bitung, Teguh Harisetiadi, Plh Kepala Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan Bitung, Sutiyono, Komandan Guskamla Koarmada II, Laksamana Pertama TNI I Gung Putu Alit Jaya, serta Kapolres Bitung AKBP Indrapramana.(69)

Komentar