oleh

Dukung Pariwisata Super Prioritas Likupang, Airnav Manado Siapkan Infastruktur Navigasi

METRO, Manado- General Manager (GM) Airnav Indonesia Cabang Manado, Danan Suseno, menyatakan kesiapan dan dukungan Airnav Manado pada program Pariwisata Super Prioritas Likupang.

“Likupang merupakan salah satu kabupaten di Sulawesi Utara yang memiliki objek wisata strategis dan potensial untuk dikelola, dikembangkan dan dipasarkan. Sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK, red), Likupang menjadi salah satu bagian dari lima destinasi Wisata Super Prioritas yang dicanangkan pemerintah,” ujar Danan saat ditemui di Kantor Airnav Manado, Kamis (25/) siang.

Dijelaskan Danan, sebagai perusahaan yang memberikan layanan navigasi untuk keselamatan penerbangan, Airnav Indonesia turut mendukung program Pariwisata Super Prioritas Likupang dengan menyalurkan bantuan tanggung jawab sosial lingkungan berupa unit gazebo yang akan ditempatkan di pinggir Pantai Kinunang-Likupang.

“Ini merupakan kolaborasi bersama Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Utara, Dinas Pariwisata Kabupaten Minahasa Utara beserta Bupati dan Wakil Bupati Minahasa Utara, PT Perkebunan Nusantara XIV, Kepala Desa dan masyarakat Desa Kinunang,” kata Danan.

Ditemui di tempat yang sama, Manager Hubungan Masyarakat Airnav Indonesia, Yohanes Sirait mengungkapkan bahwa dengan ditetapkannya Likupang sebagai salah satu kawasan Ekonomi Khusus, maka arus wisatawan mancanegara ke daerah ini akan semakin ramai.

“Air Indonesia siap melayani jika terjadi penambahan frekuensi penerbangan selama ijinnya ada dari regulator. Slotnya masih sangat banyak, saat ini mencapai 47. Kapasitas run away di Manado pun masih banyak. Perjamnya mencapai 18,” ujar Yohanes.

Selain memberikan bantuan sosial, menurut Yohanes Airnav Indonesia juga menyiapkan infrastruktur navigasi, dengan melakukan pembaruan dan pengembangan fasilitas layanan navigasi di Cabang Manado.

Dari data yang diperoleh METRO, diketahui bahwa pembaruan pengembangan fasilitas layanan navigasi di Cabang Manado berupa pemasangan fasilitas surveilance berupa automatic dependent surveilance broadcast di unit Melonguane untuk meningkatkan jangkauan pengamatan pada ujung pandang FIR. Penambahan backup catu daya (genset) 10 KVA di Kantor Cabang Pembantu Gorontalo. Pengusulan pembuatan standart instrument
departure (SID), standard arrival (STAR) yang dapat mengakomodir lebih banyak populasi pesawat secara spesifikasi berkemampuan untuk menerbangi flight path SID, STAR sampai dengan mendarat, berbasis PBN untuk mewujudkan peningkatan keselamatan, keteraturan, kelancaran dan efisiensi penerbangan yang saat ini berproses di Divisi Standarisasi dan Sertivikasi Pelayanan Navigasi Penerbangan, Direktorat Keselamatan, Keamanan dan Standardisasi Kantor Pusat. Penggunaan dan pengembangan aplikasi Arrival departure organizer (Ardor) yang merupakan aplikasi Arrival Manager, Departure Manager serta Wise yang merupakan aplikasi publik.

“Jika terjadi peningkatan jumlah penerbangan domestik maupun internasional di Bandara Sam Ratulangi, kami Airnav Indonesia akan siap melayani. Kapasitas run away di Manado ada 18, sementara yang terpakai baru 7. Jadi ada ruang yang sangat besar,” tukas Yohanes.(71)

 

 

 

Komentar