KORANMETRO.COM- Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas Pasti) mencatat telah terjadi peningkatan lonjakan deposit dan transaksi judi online (Judol) sepanjang penyelenggaraan turnamen Piala Dunia 2026.
Hal ini disampaikan Kepala Satgas Pasti Provinsi Sulawesi Utara dan Gorontalo (Sulutgo), Robert Sianipar, usai menghadiri kegiatan Rakor Satgas Pasti Sulutgo, di Hotel Fourpoints Manado, pada Kamis (18/6/2026).
Menurut Sianipar, PPATK telah mendeteksi lonjakan deposit dan transaksi judi online di dalam piala dunia ini.
“Data yang dirilis PPATK, beberapa yang diblokir. Kita OJK yang dalam hal ini sebagai sekretariat Satgas Pasti tentunya tugas utamanya melakukan pencegahan dan penindakan,” ujar Sianipar.
Menurutnya, pencegahan dilakukan dengan terus melakukan edukasi kepada masyarakat, khususnya orang tua. Pasalnya, kata Sianipar, data korban termasuk anak-anak usia di bawah 10 tahun.
“Dampak sosialnya yang sangat besar ya di tengah-tengah masyarakat, itu ada beberapa contoh-contoh. Ini yang kita jadikan sosialisasi, edukasi ke tengah-tengah masyarakat betapa bahayanya itu sangat tinggi dampak sosialnya,” katanya.
Sianipar bilang, OJK telah berkoordinasi dengan dinas pendidikan dan sekolah-sekolah, guna melakukan edukasi, sosialisasi dengan metode-metode yang dekat dengan mereka sehingga lebih mudah dipahami dampak bahayanya,
“Karena banyak juga yang masuk di aplikasi-aplikasi game online. Permainan anak-anak. Nah, ini selain anak-anak juga orang tua kami menghimbau untuk mewaspadai aplikasi-aplikasi yang ada di gadget putra-putrinya,” katanya.(ian)






