Polres Ungkap Kasus Pembunuhan WNA di Ratatotok

METRO, Ratahan- Kepolisian Resor (Polres) Minahasa Tenggara (Mitra) berhasil mengungkap tindak pidan pembunuhan Warga Negara Asing (WNA) dalam hal ini Tiongkok, yang terjadi di lokasi tambang tepatnya di perkebunan alason, Desa Ratatotok Satu Kecamatan Ratatotok.

Dalam konferensi pers pada Selasa (17/01) kemarin, Kapolres Mitra yang diwakili Wakapolres, Kompol Aidit Djafar SH MH menjelaskan, peristiwa tindak pidana pembunuhan ini terjadi pada Minggu (15/01), dengan tersangka MP alias Markus (40), warga Sulawesi Selatan yang bekerja sebagai operator alat berat. Sementara korban adalah WZ alias Wang. Diduga kuat peristiwa ini terjadi karena pelaku tersinggung ditegur korban.

Wakapolres menjelaskan, pada hari kejadian, tepatnya pukul 20.00 WITA, ketika tersangka berada di lokasi kerja dan mengoperasikan alat berat excavator, datang korban dan dari jarak sekitar 40 Meter menyampaikan kepada tersangka dengan menggunakan isyarat tangan untuk berhenti kerja dan excavatornya diparkir di tempat parkiran.

Tersangka turun ke tempat pengisian Bahan Bakar untuk mengisi BBM sebelum memarkir alat tersebut. Tiba di tempat pengisian BBM, korban mendekati pelaku dan dengan isyarat menganggukan kepala menyampaikan kepada pelaku kalau mau bikin apa, lalu pelaku membalas dengan isyarat tangan juga bahwa pelaku mau mengisi BBM dan korban kembali mengisyaratkan bahwa tidak usah diisi BBM dan alatnya langsung di parkir, selanjutnya pelaku mengisyaratkan ok dengan mengangkat jari jempol.

Setelah itu korban pergi ke arah kanan Excavator lalu pelaku naik ke atas excavator dan menghidupkan alat tersebut kemudian menggerakan Bucket alat ke arah kanan sekitar 4 (empat) Meter dan mengenai tubuh korban yang langsung jatuh, di mana setelah korban terjatuh, pelaku menindih tubuh korban dengan bucket alat mengenai tubuh bagian dada ke bawah.

Akibat perbuatan pelaku, korban mengalami luka robek di kaki kiri, patah tulang paha kiri, luka robek di paha dan daging/otot keluar, patah tangan dan tulang belikat, serta patah beberapa tulang rusuk sehingga korban meninggal dunia di tempat kejadian. “Diduga pelaku tersinggung ditegur korban,” katanya.

Kepada tersangka, kata Wakapolres, pihaknya mengenakan pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman pidana penjara lima belas tahun. “Kita juga sudah menyita barang bukti yakni satu unit alat berat excavator merk Sany warna kuning hitam,” tukasnya. Hadir dalam konferensi pers ini Kasat Reskrim Polres Mitra Iptu Ahmad Muzaki SIK, Kasat Intelkam Iptu Suparlan, Kasi Humas AKP NO Tumonggor, dan sejumlah wartawan.(ftj/kg)

Komentar