Bulog SulutGo Datangkan 11 Ribu Ton Beras Untuk Bansos

METRO, Manado- Perum Bulog SulutGo bakal mendatangkan 11,5 ribu ton beras untuk menjaga ketersediaan stok di Sulawesi Utara dan Gorontalo.

Demikian disampaikan Pimpinan Wilayah Perum Bulog SulutGo, Abdul Muis Ali, saat ditemui awak media di ruang kerjanya, Kamis (4/5) siang.

Dijelaskan Muis, beras tersebut didatangkan dari Nusa Tenggara Barat sebanyak 1500 ton, dan 10 ribu ton dari Surabaya

“Ketersediaan stok diperlukan guna menjaga stabilisasi harga. Dengan adanya stok ini maka bulog dapat mengoptimalkan Bansos pangan,” kata Muis.

Menurutnya, Bansos beras diberikan kepada keluarga penerima manfaat (KPM) program keluarga harapan (PKH) sebanyak 10 Kg per bulan per KPM. Dengan penambahan stok sebanyak 11 ribu ton ini, maka kata Muis Bulog dapat mengoptimalkan penyaluran bantuan beras atau biasa disebut Bansos pangan, kepada masyarakat kecil.

“Dan ini gratis, sehingga mereka tidak perlu lagi membeli beras selama 3 bulan mulai Maret hingga Mei 2023,” ungkapnya.

Dijelaskan Muis, penyaluran Bansos beras ini akan berdampak pula pada penurunan harga beras, karena para penerima tidak membeli di pedagang. “Sehingga permintaan berkurang dan harga dapat terkendali,” katanya.

Muis juga mengungkapkan bahwa proses pendistribusian Bansos beras ke KPM dilakukan oleh PT DNR sebagai transporter. “Bulog hanya sampai pintu gudang saja, nanti transporter mengantarkannya ke tiap kelurahan,” jelasnya.

Selain penyaluran Bansos beras, menurut dia Bulog juga melakukan operasi pasar untuk mengendalikan harga. “Operasi pasar dilakukan untuk menjaga kestabilan harga di tingkat konsumen dan produsen,” ujar Muis.

“Peran Bulog adalah untuk menjaga ketersediaan sekaligus menjaga stabilitas harga. Maka kami harus memastikan ketersediaan dan stabilitasi harga pangan,” imbuhnya.(71)

Komentar