Dewan Komisaris BRI Kunjungi Kelompok Tani Klaster Edelweis di Tomohon

Ekonomi120 views

METRO, Manado- Anggota Dewan Komisaris Bank Rakyat Indonesia (BRI), Heri Sunaryadi dan Nurmaria Sarosa, melakukan kunjungan ke Kelompok Usaha Tani Klaster Edelweis, di Kota Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara, pekan lalu.

Klaster Edelweis sendiri merupakan klaster pertanian binaan BRI dari program BRIncubator, sebuah program inkubasi bisnis untuk UMKM.

Heri Sunaryadi, mengungkapkan tujuan kunjungan Dewan Komisaris adalah untuk melakukan pembinaan ke kelompok usaha tani Klaster Edelweis.

“Tidak semua orang bisa melakukan ini di usia yang sudah lanjut. Untuk itu saya sangat kagum dengan kemampuan serta kemauan untuk produktif,” kata Heri.

Nurmaria Sarosa, mengatakan klaster pertanian ini merupakan salah satu upaya dari BRI untuk memberdayakan bermacam klaster usaha diberbagai daerah. “Termasuk di Tomohon ini,” ujar Nurmaria.

Sementara itu, Regional CEO BRI Manado, Lutfhi Iskandar, mengatakan BRI akan terus berupaya mengambil bagian dalam mengembangkan pertumbuhan usaha dengan memberikan pembinaan, pelatihan, bantuan sarana dan prasarana, hingga financial advisory melalui para mantri serta memberdayakan klaster usaha agar dapat menjadi embrio korporatisasi UMKM ke depannya.

“BRI akan terus berupaya mengambil peran dalam memberdayakan UMKM,” ucap Luthfi.

Ketua Kelompok Klaster Edelweis, Meidy Kalalo menyampaikan terima kasih kepada BRI yang telah memberikan peluang untuk kelompok tani di Tomohon.

“Apalagi oma dan opa ini terharu dan bangga karena bisa dikunjungi langsung serta dibina oleh para petinggi BRI pusat. Ada yang mengaku, biasanya hanya melihat di Tv, tetapi ini bisa bertatap langsung itu hal yang sangat-sangat menakjubkan,” ungkap Meidy.

Klaster Edelweiss sendiri dibentuk pada tahun 2021, dengan awal mula beranggotakan 15 anggota yang sekarang ini telah berkembang menjadi 50 anggota yang terdiri dari beberapa kelompok tani yaitu kelompok tani si makaria, kelompok tani uluna, kelompok tani panorama dan kelompok tani alfa omega. Jenis usaha yang dikembangkan adalah pertanian sayuran.

Hasil pertanian tersebut sudah memiliki pembeli pelanggan tetap baik pasar tradisional maupun supermarket. Selain itu hasil pertanian dipasarkan dan dijual ke luar daerah yaitu ternate, tobelo dan papua. Satu kelompok beranggotakan 50 orang.(71)

Komentar