Tim Respon Cepat PLN Tiba di Tagulandang, Bawa 67 Petugas Ahli

Ekonomi20 views

METRO, Manado- Tim Respon Cepat PLN tiba di Pulau Tagulandang, pada Kamis (02/05) pukul 11.00 Wita dengan kapal Marina Bay.

Tim ini dikirim untuk pemulihan kelistrikan di Pulau Tagulandang pasca erupsi Gunung Ruang di Tagulandang, Kabupaten Sitaro, Sulawesi Utara.

General Manager PLN UID Suluttenggo, Ari Dartomo, mengungkapkan diturunkannya tim ini merupakan bagian dari respon cepat PLN atas situasi di Tagulandang.

“Kami terus memantau situasi terkini terkait status keamanan di Pulau Tagulandang agar pekerjaan pemulihan kelistrikan dapat segera dilaksanakan, namun terus kami tekankan agar safety diutamakan dalam setiap pekerjaan,” ujar Dartomo.

Total PLN menurunkan 67 petugas gabungan yang terdiri dari pegawai PLN, Tenaga Alih Daya, Petugas Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB), Mitra Kerja PLN hingga petugas dari Sub Holding PLN Nusa Daya. Tim gabungan ini berasal dari Manado, Kotamobagu, dan Tahuna.

“Kami membentuk tim melibatkan semua petugas ahli mulai dari pembangkit, jaringan, kehumasan, hingga pengelolaan pemberian bantuan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan,” ucapnya.

Kata Dartomo, PLN pun menyalurkan bantuan TJSL bagi Posko Pengungsi di Tagulandang berupa 200 lembar terpal.

“Bantuan ini kami harapkan dapat sedikit meringankan beban masyarakat pengungsi di Tagulandang,” tutup Dartomo

Manager Pembangkitan PLN UID Suluttenggo, Husein Sobri, mengatakan tim datang ke Tagulandang dengan semangat serta komitmen untuk dapat memulihkan kelistrikan. “Karena kami paham bagaimana listrik mengambil peran penting dalam kondusifitas di Tagulandang,” tutur Sobri.

Sobri menambahkan bahwa pihaknya terus menekankan keamanan dalam setiap pekerjaan petugas di lokasi.

“Dalam melakukan pekerjaan kami tetap mengutamakan safety atas personil kami dalam bekerja, dan jika terjadi kondisi darurat agar segera mengamankan diri,” ucapnya.

Sementara itu, Manajer PLN UP3 Tahuna M. Fauzan, mengungkapkan bahwa timnya memastikan dengan seksama tindakan untuk meminimalisir risiko dampak erupsi pada instalasi kelistrikan hingga keamanan masyarakat di Tagulandang.

“Tim kami di lokasi langsung mengamankan aliran listrik saat erupsi terjadi. Hal ini dimaksudkan untuk meminimalisir dampak risiko keamanan bagi masyarakat di tengah situasi emergency,” ungkap Fauzan.

Terpantau sebanyak 7.735 pelanggan PLN di Pulau Tagulandang mengalami dampak langsung dari letusan Gunung Ruang. Total 3 penyulang dan 49 gardu memerlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk dapat ditentukan langkah pernormalan yang dibutuhkan.

“Tim kami siap dengan terus menjaga keamanan dan keselamatan selama pekerjaan berlangsung. Harapannya kami dapat segera menormalkan kelistrikan secara bertahap di Tagulandang,” kata Sobri.(ian)

Komentar