KORANMETRO.COM- Pemerintah mengimpor perdana bibit babi dari Denmark. Langkah ini guna memenuhi kebutuhan masyarakat Sulawesi Utara (Sulut) dalam membangun kembali peternakan babi lokal pascawabah African Swine Fever (ASF) atau demam babi Afrika.
Sebanyak 546 ekor babi impor dari Denmark dibawa menuju Bandara Sam Ratulangi, Manado, dan tiba pada Selasa (7/7/2026) malam.
Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sulawesi Utara (Karantina Sulut) menerapkan biosekuriti super ketat dalam mengawal pendaratan ratusan ekor bibit babi asal Denmark ini.
Pemasukan ini merupakan impor bibit babi perdana di Indonesia dengan metode kandang tertutup yang dilakukan sebagai langkah pemulihan pasca-wabah ASF yang sempat menyebabkan kematian massal ternak babi di wilayah Sulut.
“Sebelum diterbangkan ke Indonesia, bibit babi ini sudah menjalani masa karantina selama 20 hari di Denmark. Hasil uji laboratorium dari Denmark menyatakan ternak sehat,” ujar Agus Mugiyanto, Kepala Karantina Sulut.
Dijelaskan Agus, prosedur pengawasan di bandara dimulai dengan disinfeksi truk-truk pengangkut menggunakan cairan disinfektan untuk mencegah kontaminasi dari lingkungan sekitar.
Menurutnya, Saat pesawat mendarat, petugas karantina langsung naik ke atas pesawat untuk melakukan pemeriksaan dokumen serta pemeriksaan fisik babi sebelum hewan tersebut dipindahkan ke dalam truk.
“Setelah pemeriksaan di bandara selesai, babi kita pindahkan ke IKH. Selama perjalanan ke instalasi, petugas karantina juga ikut mengawal,” tambah Agus.
Ia mengatakan, paska masuk ke IKH, petugas karantina akan mengamati kondisi klinis dan perkembangan kesehatan seluruh babi di dalam instalasi tersebut secara intensif. Pemantauan ini dilakukan untuk memastikan tidak ada gejala penyakit yang muncul setelah perjalanan.
Selanjutnya, kata Agus, petugas karantina akan mengambil sampel untuk dilakukan uji laboratorium di Balai Besar Uji Standar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan sebagai laboratorium terakreditasi.
‘Jika hasil uji laboratorium dinyatakan negatif, Karantina Sulawesi Utara baru akan menyatakan ratusan bibit babi tersebut aman, sehat, dan siap dilakukan pembebasan,” katanya.(ian)






