KORANMETRO.COM- Cuaca panas terik melanda sejumlah wilayah Sulawesi Utara (Sulut) sepekan terakhir.
Automatic Weather Station (AWS) milik Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat suhu maksimum absolut yang tercatat di beberapa titik di Sulawesi Utara berkisar antara 25-35 derajat celcius. Ini terjadi pada tanggal 1 hingga 3 Juli.
Di beberapa wilayah suhu maksimumnya bahkan mencapai lebih dari 35.0 derajat celcius, seperti di AWS Pandu dan Amurang Timur.
Suhu tertinggi tercatat di AWS Lolak, Kabupaten Bolaang Mongondow, mencapai 36,3 derajat, pada tanggal 2 dan 3 Juli 2026.
BMKG mencatat, suhu panas disebabkan pergerakan matahari dari belahan bumi utara menuju selatan, dan posisinya saat ini berada tepat di atas wilayah Sulut.
Kepala Stasiun Klimatologi Kelas II Sulut, Aris Yunatas, mengungkapkan alat ukur BMKG menunjukan suhu tertinggi di Sulut mencapai 36 derajat.
“Ini sebenarnya cukup panas, sehingga diperlukan langkah antisipasi oleh pemerintah dan masyarakat,” ungkap Aris, Senin (30/3/2026).
Menurutnya, suhu panas ekstrem bisa berdampak ke kesehatan warga, juga bencana kebakaran dan Karhutla. “Ini yang perlu kita jaga sebenarnya. Kondisi ini perlu diantisipasi oleh pemerintah dan masyarakat,” katanya.(ian)






