KORANMETRO.COM- Wilayah Sulawesi Utara (Sulut) terdampak fenomena siklon tropis Bavi yang sedang aktif di Laut Filipina Timur, sekitar 1820 kilometer (Km) sebelah utara Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Siklon tropis Bavi terdeteksi arah bergerak ke arah barat laut, dengan kecepatan sekitar 19 Km per jam, menjauhi wilayah Indonesia dengan kecepatan angin 100 knots sekitar 185 Km per jam, dengan kategori 4.
Siklon tropis BAVI berkembang dari bibit siklon tropis 95W yang mencapai intensitas siklon tropis mulai tanggal 2 Juli 2026.
Fenomena siklon tropis BAVI memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi perairan di sejumlah daerah, terutama di kawasan timur.
Dampak tidak langsung berupa angin kencang dan gelombang tinggi di wilayah timur Indonesia utamanya di Sulawesi Utara, Maluku Utara, dan Papua Barat Daya.
Selama periode fenomena ini, BMKG memprediksi kecepatan angin maksimum mencapai kategori empat.
“Dampaknya hujan sedang hingga lebat di Kalimantan Utara dan Maluku Utara; angin kencang di Sulut dan Malut; tinggi gelombang 1.25 hingga 2.5 meter, di Samudra Pasifik Utara Papua; tinggi gelombang kategori tinggi 2.5-4.0 meter di Laut Maluku, Perairan Kepulauan Sangihe, kepulauan Talaud, Samudra Pasifik Utara Maluku hingga Papua Barat,” ujar Muhammad Candra Buana, Koordinator Bidang Observasi dan Informasi Stasiun Klimatologi Kelas II Sulut.
BMKG mengimbau masyarakat pesisir dan pelayaran di wilayah terdampak diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi.
Candra mengingatkan warga Sulut terutama di wilayah pesisir dan kepulauan agar mewaspadai fenomena cuaca ini.
“Perlu diwaspadai terkait tinggi gelombang kategori sedang di Perairan Kepulauan Sangihe hingga Talaud,” kata Candra.(ian)





