KORANMETRO.COM- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mendeteksi potensi peningkatan tiupan angin kencang di wilayah Sulawesi Utara (Sulut), pada tanggal 28-31 Juli 2026.
Peningkatan angin kencang disebabkan dua sirkulasi siklonik yang terbentuk di Samudra Pasifik, yaitu di sebelah timur Filipina dan sebelah utara Papua.
Fenomena dua sirkulasi siklonik di Pasifik menyebabkan belokan angin dan shearline sehingga terjadi percepatan kecepatan angin secara signifikan di Sulawesi Utara.
“BMKG memantau adanya potensi cuaca ekstrem di wilayah Sulawesi Utara, meliputi angin kencang, wind shear dan gusty,” ujar Muhammad Candra Buana, Koordinator Bidang Observasi Stasiun Klimatologi,” ujar Muhammad Candra Buana, Koordinator Bidang Observasi dan Informasi Stasiun Klimatologi Kelas II Sulut, Selasa (28/7/2026).
Kata Candra, kondisi ini dapat memicu terganggunya aktivitas penerbangan, kerusakan bangunan, pohon tumbang, dan gangguan infrastruktur.
BMKG menghimbau masyarakat, pemerintah di kabupaten kota dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara serta stakeholder penerbangan agar dapat meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan serta berkoordinasi dengan instansi terkait sebagai tindakan antisipasi terjadinya angin kencang, wind shear, dan gusty.
Wind shear atau geser angin adalah perubahan kecepatan dan arah angin secara mendadak dalam jarak atau waktu yang sangat pendek. Sedangkan gusty adalah angin kencang atau ditandai oleh hembusan angin yang datang secara tiba-tiba, kuat, namun berlangsung singkat.(ian)





