Hujan Abu Vulkanik, AHM Imbau Pengendara Utamakan Keselamatan dan Perawatan Ekstra pada Kendaraan

JAKARTA- Erupsi gunung berapi yang menyebarkan hujan abu vulkanik menjadi salah satu ancaman nyata bagi para pengguna jalan. Selain menurunkan jarak pandang secara drastis, partikel abu vulkanik yang bersifat abrasif dan licin dapat meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.

Menanggapi kondisi tersebut, PT Astra Honda Motor (AHM) mengimbau para pengguna jalan untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra.

Bacaan Lainnya

Jika perjalanan tidak bersifat mendesak, menunda bepergian hingga kondisi membaik adalah langkah paling bijak. Namun, bagi pengendara yang terpaksa harus beraktivitas di luar rumah, persiapan matang pada diri sendiri maupun kendaraan menjadi hal yang wajib dilakukan.

1. Persiapan Diri dan Pemeriksaan Kendaraan
Sebelum memulai perjalanan, pengendara disarankan memakai perlengkapan keselamatan yang memadai. Gunakan helm dengan visor yang tertutup rapat, masker berfilter halus untuk melindungi pernapasan dari partikel abu, serta kacamata pelindung tambahan jika diperlukan.

Jangan mengusap atau meraba visor helm yang tertutup abu secara sembarangan saat kering. Gesekan partikel abu yang tajam dapat menimbulkan goresan permanen yang justru merusak pandangan pengendara.

Dari sisi kendaraan, pastikan komponen utama berada dalam kondisi prima.
Sistem Pengereman & Ban. Periksa tekanan angin dan kedalaman alur ban.
Penerangan & Isyarat. Pastikan lampu utama, lampu belakang, lampu sein, dan spion berfungsi maksimal.
Filter Udara. Cek komponen penyaring udara karena akumulasi abu vulkanik dapat menghambat kinerja mesin.
Informasi Rute. Pantau pembaruan resmi terkait arah sebaran abu, kondisi lalu lintas, serta titik penutupan jalan.

2. Teknik Berkendara di Tengah Terpaan Abu
Permukaan jalan yang tertutup abu vulkanik—terutama jika terkena air hujan—akan menjadi sangat licin dan mengurangi daya cengkeram ban secara drastis. Oleh karena itu, pengendara diimbau untuk:
Mengurangi Kecepatan. Lakukan akselerasi dan pengereman secara halus.
Menjaga Jarak Aman. Berikan ruang ekstra dengan kendaraan di depan guna mengantisipasi rem mendadak.
Hindari Manuver Mendadak. Jangan melakukan pengereman keras atau berbelok secara tiba-tiba.
Jika jarak pandang memburuk dan terpaan abu semakin pekat, jangan memaksakan diri. Kurangi kecepatan secara bertahap, nyalakan lampu utama, lalu cari tempat aman yang terlindung untuk menepi sejenak hingga kondisi membaik.

3. Perawatan Pasca-Berkendara
Dampak abu vulkanik tidak berhenti saat pengendara sampai di tujuan. Sifat abu yang korosif dan abrasif berpotensi merusak.

Jika dirasakan ada penurunan kinerja atau potensi kerusakan pada sepeda motor Honda Anda, segera lakukan pemeriksaan menyeluruh di bengkel resmi AHASS terdekat.

Manager Safety Riding PT Astra Honda Motor (AHM), Daniel Aria Sulistya Nugroho, menegaskan pentingnya sikap tanggap dan memprediksi bahaya sedini mungkin saat berkendara di daerah terdampak bencana vulkanik.

“Lakukan persiapan sebelum perjalanan, kurangi kecepatan, jaga jarak aman, perhatikan kondisi jalan, dan segera menepi apabila kondisi sudah tidak memungkinkan untuk berkendara dengan aman. Jika perjalanan tidak mendesak, menunda perjalanan hingga kondisi kembali aman tetap menjadi pilihan terbaik. Tetap Cari_Aman saat berkendara,” tegas Daniel.(ian)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan