JALAN berlubang, permukaan bergelombang, dan aspal yang tidak rata seolah sudah menjadi bagian dari tantangan sehari-hari bagi para pengendara sepeda motor.
Di balik ketangguhan Anda menembus jalur-jalur ekstrem tersebut, ada satu komponen vital yang terus bekerja ekstra keras menjaga kenyamanan berkendara: sistem suspensi (shockbreaker).
Menariknya, kerusakan pada shockbreaker kerap kali terjadi secara halus dan tidak selalu menunjukkan tanda-tanda fisik yang jelas dari luar, seperti kebocoran oli. Sebaliknya, gejala awal penurunan fungsi suspensi justru lebih dulu dirasakan oleh pengendara melalui perubahan rasa (feeling) saat bermanuver.
Pernahkah Anda merasa motor tiba-tiba terasa lebih “keras”, sering oleng saat menikung, atau mendengar suara benturan keras dari arah roda? Jangan buru-buru menganggapnya sebagai hal yang lumrah.
Ada beberapa tanda utama bahwa shockbreaker Anda mulai aus.
Suara Bunyi “Jedug-Jedug”: Terjadi akibat shockbreaker yang sudah mengalami penembusan batas elastisitas (bottoming out) saat melewati lubang atau polisi tidur.
Motor Terasa Limbung atau Oleng: Kestabilan berkendara berkurang, terutama saat membawa beban, melewati jalan bergelombang, atau bermanuver di tikungan.
Ayunan Terlalu Membal atau Justru Keras: Peredaman yang tidak optimal membuat guncangan jalan merambat langsung ke setang dan jok pengendara.
Technical Service Dept Head PT Daya Adicipta Wisesa (DAW), Ridwan Marpela, mengungkapkan bahwa kepekaan pengendara terhadap perubahan karakter motor adalah kunci utama pencegahan kerusakan yang lebih parah.
“Pengendara biasanya lebih cepat merasakan perubahan rasa berkendara dibandingkan melihat kerusakannya secara fisik. Karena itu, ketika muncul gejala seperti suspensi terasa lebih keras, timbul suara tidak normal, atau motor terasa limbung, sebaiknya jangan diabaikan dan segera lakukan pemeriksaan,” kata Ridwan.
Merawat kaki-kaki sepeda motor tidak hanya soal kenyamanan, tetapi juga sangat krusial bagi keselamatan berkendara.
Berikut adalah beberapa langkah penting untuk memastikan sistem suspensi motor Honda Anda selalu dalam kondisi prima:
1. Rutin Ganti Oli Shockbreaker
Banyak pemilik motor yang lupa bahwa shockbreaker juga membutuhkan pelumasan berkala. Berdasarkan materi edukasi teknis Honda, penggantian oli suspensi (Genuine Oil Shock) dianjurkan dilakukan setiap 20.000 km atau 2 tahun pemakaian (mana yang tercapai lebih dulu). Oli suspensi yang baru akan mengembalikan performa peredaman kembali lembut dan responsif.
2. Gunakan Suku Cadang Asli (Honda Genuine Parts)
Jika shockbreaker sudah aus dan harus diganti, pastikan selalu menggunakan Honda Genuine Parts. Komponen presisi yang dirancang khusus sesuai spesifikasi dan bobot kendaraan Honda Anda akan menjamin daya tahan yang lebih lama serta mempertahankan standar kenyamanan pabrikan.
3. Lakukan Lakukan Pemeriksaan Berkala di AHASS
Jangan menunggu sampai suspensi benar-benar rusak total atau berisiko merusak komponen kaki-kaki lainnya (seperti ban dan bearing roda). Pemeriksaan rutin di bengkel resmi akan mendeteksi masalah lebih awal.
Jika Anda mulai merasakan perubahan rasa berkendara atau muncul gejala-gejala di atas, segera bawa sepeda motor Anda ke bengkel resmi AHASS terdekat.
Dengan penanganan oleh teknisi tersertifikasi, penggunaan pelumas Genuine Oil Shock, serta suku cadang asli Honda, performa dan kenyamanan sepeda motor Anda akan selalu terjaga untuk menunjang mobilitas harian yang aman dan menyenangkan.(ian/*)






