KORANMETRO.COM- Program revitalisasi sekolah di SMA Katolik Santo Thomas Aquino Kota Manado, nyaris rampung.
SMA Katolik Santo Thomas Aquino, berlokasi di Kelurahan Kleak, sebelumnya terpilih sebagai salah satu sekolah penerima proyek revitalisasi dari pemerintah.
Revitalisasi menyasar pembangunan 3 ruang kelas, kemudian ada satu laboratorium IPA, ruang perpustakaan, dan toilet. Adapun untuk pembangunan baru itu yaitu laboratorium komputer.
Kepala Sekolah SMA Katolik Santo Thomas Aquino Manado, Yosephine Samiran, mengungkapkan pengerjaan revitalisasi tinggal menyisakan finishing akhir.
“Sudah mendekati 100 persen. Dari target kalender 120 hari kerja, pihak sekolah berupaya mempercepatnya agar fasilitas bisa segera dirasakan oleh murid, guru, orang tua, dan pihak yayasan,” ungkap Samiran.
Katanya, adapun fasilitas yang direvitalisasi meliputi ruang kelas, perpustakaan, laboratorium IPA, hingga pembangunan gedung baru laboratorium STEM (lab stem).
Menurut Samiran, sebanyak 3 ruang kelas yang direhab sudah dapat digunakan oleh para siswa sejak minggu lalu, setelah sebelumnya sempat ditunda menunggu kunjungan pihak terkait dan penyelesaian 100 persen karena antusiasme siswa yang tinggi untuk belajar di ruang kelas masing-masing.
“Kami sangat bersyukur dan optimis bahwa hasil revitalisasi ini sudah sesuai dengan harapan. Kegiatan belajar mengajar kini jauh lebih nyaman tanpa harus khawatir memikirkan kendala seperti atap bocor saat hujan,” ucap Samiran.
Hal senada juga disampaikan sejumlah siswa. Krisan, siswa kelas 12, mengaku kini bisa belajar dengan tenang tanpa perlu khawatir bocor manakala hujan.
“Sekarang kita dapat mengikuti proses belajar mengajar semakin baik dan nyaman karena dikasih fasilitas baru dan perbaikan-perbaikan di sejumlah ruang kelas,” ungkap Krisan.
Samiran menambahkan, meskipun sudah direvitalisasi, fasilitas dan sarana di perpustakaan seperti buku-buku, lemari, meja biro, dan fasilitas perpustakaan digital masih belum memadai, sehingga ia berharap mendapat perhatian lanjutan dari pemerintah.
“Ruang kelas yang direhab saat ini belum dilengkapi meja kursi, sehingga kami berharap semoga ke depan bisa mendapatkan bantuan mebeler serta komputer,” kata Samiran.(ian)






