KORANMETRO.COM- Gunung Karangetang di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, kembali mengalami erupsi.
Gunung Karangetang berlokasi di Kepulauan Siau, memiliki tinggi 1784 meter di atas permukaan laut.
Terpantau dari pos pengamatan Gunung Karangetang erupsi terjadi pada Kamis (12/7/2026) malam. Erupsi terlihat mulai pukul 19:27 Wita.
Kepala Pos Pengamatan Gunung Karangetang, Vieko Rompas, mengatakan erupsi ekplosif kecil dengan lontaran material pijar setinggi 200-300 meter, dengan jarak lontaran mencapai 400-700 meter di sekitar puncak kawah utara.
“Guguran lava pijar Karangetang terpantau mengalir ke arah selatan di pelana kawah utara dan kawah selatan 700 meter lalu berbelok ke arah barat daya dan barat, mengalir ke arah barat daya dan barat. Pada malam hari tampak pada CCTV kawah selatan teramati sinar api,” ujar Vieko.
Katanya, saat erupsi terjadi letusan dan beberapa kali gempa. Teramati letusan dengan tinggi 300 meter dan asap berwarna kelabu. “Suara gemuruh dan dentuman dari kawah utara terdengar lemah hingga kuat,” kata Vieko.
Masyarakat dan pengunjung wisatawan diimbau tidak mendekati serta melakukan pendakian dan beraktivitas di dalam zona prakiraan bahaya, dalam radius 1.5 kilometer (Km) dari puncak kawah dua sebelah utara dan kawah utama di selatan, serta area perluasan sektoral ke arah selatan barat daya sejauh 2.5 Km.
Warga yang tinggal di sekitar Gunung Karangetang juga diminta mewaspadai guguran lava dan awan panas guguran yang dapat terjadi sewaktu-waktu dari penumpukan material lava sebelumnya karena kondisinya belum stabil dan mudah runtuh, terutama ke sektor selatan, tenggara, barat dan barat daya
Masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai-sungai yang berhulu dari puncak Karangetang agar meningkatkan kesiapsiagaan dari potensi ancaman lahar hujan dan banjir bandang yang dapat mengalir hingga ke pantai.(ian)






