KORANMETRO.COM- Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, sekitar 5 hingga 6 dari 100 orang angkatan kerja di Sulawesi Utara (Sulut) merupakan penganggur.
Kepala BPS Sulut, Watekhi, mengungkapkan bahwa tingkat pengangguran terbuka (TPT) hasil Sakernas Agustus 2026 sebesar 5,90 persen. “Hal ini dapat diartikan bahwa terdapat sekitar lima sampai enam orang penganggur dari 100 orang angkatan kerja,” ungkap Watekhi.
Menurutnya, berdasarkan data
Sakernas jumlah penduduk usia kerja di Sulut sebanyak 2,14 juta. Kata Watekhi, dari angka tersebut, yang bukan angkatan kerja 730,50 ribu orang, sedangkan yang menganggur 83,12 ribu orang
“TPT merupakan indikator yang digunakan untuk mengukur tenaga kerja yang tidak terserap oleh pasar kerja dan menggambarkan kurang termanfaatkannya pasokan tenaga kerja,” ungkap Watekhi.
Dijelaskannya, TPT mengalami
penurunan 0,09 persen poin jika dibandingkan dengan Agustus 2025.
Pada Agustus 2026, TPT laki-laki sebesar 5,26 persen, lebih rendah dibanding TPT perempuan yang sebesar 6,98 persen.
Watekhi bilang, TPT laki-laki mengalami kenaikan sebesar 0,03 persen poin, sedangkan TPT perempuan mengalami penurunan sebesar 0,33 persen poin dibandingkan Agustus 2025.
“TPT tertinggi tercatat di Kota
Manado sebesar 8,37 persen. Sedangkan TPT terendah di Kabupaten Kepulauan Sangihe sebesar 2,31 persen,” ungkapnya.(ian)






