KORANMETRO.COM- BMKG memantau adanya potensi cuaca ekstrem di wilayah Sulawesi Utara (Sulut) berupa hujan sedang-lebat, yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang, pada tanggal 7-12 November 2026.
Kondisi ini dapat memicu banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan pohon tumbang.
Hasil analisis kondisi dinamika atmosfer menunjukkan adanya gelombang Kelvin dan Eguatorial Rossby yang dapat meningkatkan aktivitas awan konvektif secara lokal yang disertai kilat atau petir.
“Gelombang MJO spasial yang aktif di Sulawesi Utara meningkatkan peluang terjadinya peningkatan curah hujan secara signifikan,” bunyi pernyataan resmi BMKG.
Kondisi tersebut didukung dengan keadaan atmosfer yang labil dan kelembapan tinggi mengakibatkan terjadinya peningkatan intensitas curah hujan yang dapat disertai kilat-petir dan angin kencang pada siang hingga malam hari di Sulawesi Utara.
Kombinasi dari fenomena tersebut membentuk kondisi atmosfer yang diprediksi akan mendukung terjadinya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang di hampir seluruh wilayah Sulawesi Utara.
BMKG menghimbau Masyarakat, Pemerintah Kabupaten/ Kota dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara agar dapat meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan serta berkoordinasi dengan instansi terkait sebagai tindakan antisipasi bencana hidrometeorologi basah berupa genangan air, banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang, terlebih khusus untuk daerah bertopografi curam, bergunung-tebing atau rawan longsor dan banjir.(ian)






