METRO, Manado- Pemerintah Kota (Pemkot) Manado masuk nominasi pemerintah daerah (Pemda) yang akan mewakili Sulawesi Utara (Sulut) di ajang penghargaan tertinggi bidang ketenagakerjaan, Paritrana Award 2023.
Proses penilaian Paritrana dilakukan melalui beberapa tahapan. Pada Selasa (6/2/2024), di Hotel Luwansa, dilakukan wawancara bagi kandidat yang dinyatakan lolos pada seleksi penyisihan.
Dalam tahapan wawancara ini, Pemkot Manado bersama tujuh Pemda di Sulut menyampaikan capaian kinerja perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan di daerahnya masing-masing di hadapan para panelis yang terdiri para ahli di bidang jaminan sosial, ekonomi, hukum, dan kebijakan publik.
Dari hasil wawancara akan dipilih kabupaten/kota yang akan mewakili Sulut di tingkat nasional.
Ditemui awak media usai mengikuti wawancara, Wakil Wali Kota Manado, dr. Richard Sualang mengungkapkan Pemkot Manado sudah melindungi hingga 32 ribu pekerja yang dibiayai melalui APBD dengan alokasi anggaran mencapai Rp 6,2 miliar.
“Sejauh ini kami sudah melindungi 32 ribu pekerja dari berbagai segmen ketenagakerjaan. Utamanya para pekerja yang dinilai memiliki resiko tinggi dalam pekerjaan,” ujar Sualang.
Kata dia, dari 32 ribu pekerja yang dilindungi hampir setengahnya merupakan pekerja rentan dan pra sejahtera. “Termasuk juga pekerja di proyek-proyek pemerintah, pegawai non ASN, dan insan pers di Kota Manado,” ungkap Sualang.
Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sulawesi Utara, Sunardy Syahid berharap dari hasil wawancara akan ada Pemda yang mewakili Sulawesi Utara untuk masuk ke nominasi Paritrana tingkat nasional.
“Tahun sebelumnya ada Kota Manado dan Bitung yang mewakili kita di tingkat nasional,” ujar Sunardy.
Ia menambahkan, saat diwawancara para bupati dan walikota berkomitmen untuk terus mengoptimalkan pelaksanaan program BPJS Ketenagakerjaan di tahun 2024. “Khususnya perlindungan untuk para pekerja rentan,” pungkas Sunardy.(71)