KORANMETRO.COM- BPJS Ketenagakerjaan akan melakukan verifikasi ulang terhadap data peserta program pekerja sosial keagamaan (Perkasa) di Sulawesi Utara (Sulut).
Program Perkasa merupakan bentuk apresiasi Pemprov Sulut kepada tokoh-tokoh agama dari Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, Konghuchu, dan denominasi lain. Total peserta program ini mencapai 138.000 orang.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Sulut, dr. Maulana Anshari Siregar, mengatakan pihaknya menemukan beberapa peserta yang datanya tidak sesuai dengan data terkini.
“Jadi ada beberapa data tidak valid karena NIK-nya. Ada juga yang terdaftar, beberapa sudah meninggal, kemudian ada juga yang ternyata sudah bukan lagi tokoh agama. Total sekitar 1.500-an data yang mau kita konfirmasi lagi,” ungkap Maulana, kepada awak media, Selasa (28/4/2026).
Menurutnya, program ini sudah berjalan sekitar sembilan tahun, sehingga perlu dilakukan verifikasi ulang data peserta, supaya valid dan real-time.
Dijelaskan Maulana, proses verifikasi Perkasa guna memastikan peserta yang bersangkutan merupakan pekerja keagamaan yang masih aktif bertugas.
“Kami akan koordinasi dengan seluruh PIC denominasi, kemudian pimpinan gereja sama pimpinan masjid dan sebagainya, terkait masalah validasi data,” ungkapnya.
Kata Maulana, data hasil verifikasi yang valid dan real-time akan mempermudah proses pembayaran iuran peserta. “Kalau sudah pembayaran, maka preminya tidak ada tunggakan-tunggakan lagi,” ucapnya.(tbn)






