KORANMETRO.COM- Kebakaran hutan kawasan Gunung Soputan di Kabupaten Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara, makin meluas.
Kepada Dinas Kehutanan Sulut, Reiner Dondokambey, mengungkapkan berdasarkan perhitungan titik api dari peta satelit, luasan kawasan hutan Gunung Soputan yang terbakar mencapai sekitar 713 hectare (Ha).
“713 ini ada dua lokasi, 700 hektar di dalam kawasan hutan, dan 13 hektarnya di luar kawasan,” ungkap Reiner.
Menurutnya, kencangnya tiupan angin membuat kobaran api dengan cepat membesar. Kondisi ini, kata Reiner, berpotensi membuat kebakaran meluas hingga ke perkebunan warga.
“Sebenarnya ini belum masuk ke pemukiman, tetapi tentu ini berbatasan langsung dengan daerah atau lokasi perkebunan masyarakat,” ucapnya.
Reiner bilang, petugas gabungan Damkar, TNI-Polri, pemerintah daerah, bersama masyarakat setempat, terus berupaya melakukan pemadaman dan pencegahan dengan membuat ilara-ilaran, yang berbatasan dengan perkebunan warga.
Dijelaskan Reiner, personel dinas kehutanan daerah, TNI, Polri, BPBD, dan Damkar terus dikerahkan ke lokasi kejadian untuk mencegah kebakaran makin meluas. “Sehingga boleh dicegah agar api tidak merembat sampai di perkebunan masyarakat,” tuturnya.
Reiner mengakui, selain faktor tiupan angin yang membuat upaya pemadaman menjadi sulit, armada mobil Damkar menemui kendala ketika berusaha menjinakkan api di perbukitan dan curam.
Ia mengatakan, kondisi topografi Soputan yang bergunung dan curam mempersulit unit pemadam roda empat untuk menjangkau titik api, sehingga upaya pemadaman dilakukan dengan jet shooter.
“Itu yang dimiliki teman-teman Manggala Agni, juga dengan teman-teman Kehutanan Provinsi, sehingga mungkin bisa membantu memperkecil atau mencegah dampak dari kebakaran hutan,” katanya.(ian)





