KORANMETRO.COM- Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) di Cengkareng ditutup sementara imbas erupsi Gunung Anak Krakatau.
Sebaran abu vulkanik menyebabkan sejumlah penerbangan dari dan ke Bandara Soetta tertunda, bahkan ada yang dibatalkan.
Penutupan Bandara Soetta turut mempengaruhi penerbangan di Bandara Sam Ratulangi Manado.
Sejak Minggu (6/9/2026) kemarin, belasan penerbangan Manado-Jakarta-Manado dibatalkan demi keselamatan penumpang.
Hari ini 8 penerbangan Manado-Jakarta dibatalkan. Tercatat 6 penerbangan dari Jakarta dan 5 penerbangan dari Manado.
Theo, salah satu penumpang pesawat Lion rute Manado-Jakarta-Batam, yang ditemui di Bandara Sam Ratulangi Manado, mengaku kecewa karena tak bisa berangkat ke Jakarta.
“Hari ini saya mau ke Batam. Infomasi kalau ada pembatalan baru saya terima di konter cek in. Infonya hari ini sampai besok belum ada pesawat. Sudah hubungi ke kantor dan terus akan di re schedule, kemungkinan hari Rabu,” ujar Theo.
General Manager Bandara Sam Ratulangi Manado, Radityo Ari Purwoko, mengatakan Notam terbaru Bandara Soekarno-Hatta CGK, 09.28 Wita sampai dengan 19.00 Wita.
“Para penumpang yang terdampak dapat melakukan proses refund atau re-schedule penerbangan melalui customer service masing-masing maskapai yang tersedia di Bandara Sam Ratulangi Manado, sesuai dengan ketentuan dan kebijakan maskapai,” ujar Purwoko.
Ia mengatakan, penumpang yang mengalami pembatalan maupun penundaan penerbangan diarahkan untuk mendapatkan informasi dan penanganan lebih lanjut melalui customer service masing-masing maskapai, termasuk informasi mengenai perubahan jadwal, penerbangan pengganti, maupun ketentuan pelayanan lainnya sesuai kebijakan maskapai.
“Kami juga terus berkoordinasi dengan pihak maskapai agar penumpang mendapatkan informasi yang jelas dan pelayanan yang diperlukan selama menunggu kepastian penerbangan berikutnya,” ujar Radityo.(ian)






