KORANMETRO.COM- Kebakaran lahan kosong di Desa Maumbi, Kecamatan Kalawat, Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Rabu (9/9/2026) malam.
Kobaran api yang membakar rumput kering dan semak belukar merambat hingga mendekati badan jalan raya di samping Lux Aeterna.
Sejumlah saksi di lokasi kejadian mengungkapkan api muncul sekitar pukul 16.00 Wita dari bagian belakang lahan. Cuaca panas dan tiupan angin kencang membuat api cepat merambat ke arah depan hingga mengancam akses jalan utama.
Asap tebal dan percikan bara api yang terbawa angin sempat membahayakan pengguna jalan. Kondisi tersebut menyebabkan arus lalu lintas menuju Maumbi mengalami kemacetan dan sempat tidak dapat dilalui.
Kebakaran menghanguskan sekitar empat hektare lahan. Selain itu, fasilitas tempat pembuatan tela atau batako merah turut terdampak, terutama bagian atap atau peneduh, cetakan kayu, serta sejumlah material pendukung produksi.
Kerugian sementara ditaksir sekitar Rp200 juta.
“Personel bersama instansi terkait telah melakukan langkah-langkah penanganan untuk memadamkan api dan mengamankan masyarakat, khususnya pengguna jalan yang melintas di sekitar lokasi,” ujar AKBP Antonius F Gea, Plt Kapolres Minahasa Utara.
Ia juga mengimbau agar masyarakat tidak melakukan pembakaran sampah maupun lahan secara sembarangan, terutama di tengah kondisi cuaca kering dan angin kencang.
“Jangan membakar sampah atau lahan sembarangan karena kondisi kemarau dan angin kencang dapat menyebabkan api dengan cepat meluas,” kata Antonius.(tbn)






