KORANMETRO.COM – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Minahasa Utara (Minut) Novly G. Wowiling menegaskan pentingnya keterbukaan pemerintah daerah terhadap wartawan serta penguatan komunikasi dan kemitraan dengan insan pers. Ia mendorong agar forum diskusi antara Pemkab Minut dan jurnalis dapat dilaksanakan secara rutin dan berkelanjutan.
Hal tersebut disampaikan Novly saat menghadiri diskusi bersama Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Diskominfosan) Minut dengan para jurnalis desk liputan Minahasa Utara, Kamis (05/11/2026). Menurutnya, pertemuan tersebut harus menjadi ruang membangun komunikasi yang terbuka dan mempererat hubungan kemitraan, bukan sekadar agenda seremonial yang bertepatan dengan ulang tahun Sekda yang ke-59.
Novly mengusulkan agar forum komunikasi tersebut diagendakan setiap tiga bulan sekali atau berdasarkan kesepakatan bersama. Ia mengakui, pertemuan antara pemerintah daerah dan wartawan sebelumnya sudah beberapa kali dilaksanakan, tetapi belum berjalan konsisten karena padatnya agenda pemerintahan. “Yang utama forum ini dibangun atas inisiatif bersama. Tentu atas petunjuk Pak Bupati, kemudian ditindaklanjuti oleh kami dan pelaksanaannya melalui Pak Kadis Kominfo,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh menutup ruang komunikasi bagi wartawan yang membutuhkan informasi maupun konfirmasi terkait kebijakan dan kegiatan pemerintahan. Novly menilai, keterbukaan tersebut merupakan bagian penting dalam membangun kolaborasi yang sehat antara pemerintah dan media. “Kalau teman-teman wartawan meminta waktu untuk bertemu atau melakukan konfirmasi, apakah kita banyak menghindar? Tentu tidak. Kita sangat menghargai kolaborasi dengan wartawan,” tegasnya.
Di sisi lain, Novly mengingatkan bahwa kemitraan pemerintah dan pers harus tetap mengedepankan profesionalisme serta saling menghargai peran masing-masing. Wartawan, katanya, memiliki kode etik jurnalistik sebagai pedoman dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Ia juga menegaskan bahwa perannya sebagai Sekda adalah membantu dan memperkuat kepemimpinan Bupati, bukan mengejar popularitas pribadi. “Saya sampai sekarang punya semangat hanya sebagai bumper-nya pimpinan, tidak lebih dari itu. Menjalankan tugas sebagai Sekda adalah untuk memperkuat kepemimpinan yang ada,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Novly turut merefleksikan perjalanan pengabdiannya sebagai aparatur sipil negara (ASN). Ia menyebut jabatan Sekda sebagai anugerah sekaligus amanah yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya. Menjelang masa purnabakti, ia berharap dapat menuntaskan seluruh tanggung jawab dengan baik, tanpa meninggalkan persoalan. Novly juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama menjalankan tugas terdapat sikap maupun perkataan yang kurang berkenan, termasuk kepada para jurnalis, serta memohon doa agar dapat menyelesaikan masa pengabdiannya dalam keadaan sehat.(RAR)






