KORANMETRO.COM- Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada triwulan III 2026, ekonomi Sulawesi Utara (Sulut) tumbuh sebesar 4,85 persen secara year on year (YoY).
Ekonomi Sulut melambat jika dibandingkan dengan kuartal II tahun 2026 yang sebesar 5,42 persen, dan melambat juga bila dibandingkan dengan triwulan III 2025 yang sebesar 5,39 persen.
Kepala BPS Sulut, Watekhi, mengungkapkan bahwa ada lima lapangan usaha yang mengalami kontraksi, yaitu transportasi dan pergudangan; pertanian, kehutanan, dan perikanan; pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah, dan daur ulang; industri pengolahan; serta jasa keuangan dan asuransi.
“Lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan mengalami kontraksi yang dipengaruhi oleh kondisi cuaca ekstrem akibat fenomena Super El Niño,” ujar Watekhi, Kamis (5/11/2026).
Watekhi bilang, fenomena super El Nino memicu kekeringan berkepanjangan serta meningkatkan kejadian kebakaran hutan dan lahan.
“Kondisi tersebut berdampak pada penurunan produksi dan produktivitas
sejumlah komoditas pertanian dan perkebunan serta mengganggu pola
tanam dan periode panen,” jelasnya.
Kata Watekhi, pertumbuhan positif tertinggi pada Triwulan III-2026 terjadi pada lapangan usaha jasa kesehatan dan kegiatan sosial, penyediaan akomodasi dan makan minum, serta jasa lainnya.
Ia menjelaskan, pertumbuhan lapangan usaha jasa kesehatan dan kegiatan sosial didorong oleh meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan seiring dengan fenomena El Niño yang memicu kemarau berkepanjangan serta kebakaran hutan dan lahan yang berdampak pada penurunan kualitas udara.
Menurutnya, kondisi tersebut meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan, sehingga mendorong peningkatan kebutuhan penanganan medis, kunjungan pasien, dan aktivitas fasilitas pelayanan kesehatan.
Sementara itu, lapangan usaha Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum tumbuh didorong oleh meningkatnya tingkat penghunian kamar (TPK) hotel seiring dengan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dan wisatawan nusantara (wisnus), serta penyelenggaraan berbagai kegiatan Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE).
Selain itu, berkembangnya usaha kuliner dan aktivitas penyediaan makanan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) turut mendukung pertumbuhan lapangan usaha ini.
“Lapangan usaha jasa lainnya juga mencatatkan peningkatan aktivitas yang didukung oleh momentum perayaan pengucapan syukur serta penyelenggaraan berbagai kegiatan seni, budaya, dan olahraga, antara lain Tomohon International Flower Festival, Urban Digifest, Pekan Kebudayaan Daerah, dan lainnya,” kata Watekhi.(ian)






