oleh

Sitaro Siaga Darurat Kekeringan

Akibat kekeringan, warga terpaksa mencuci pakaian di pantai (foto Octavianus)

METRO, Sitaro – Pemerintah Kabupaten Sitaro melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) akhirnya menetapkan status siaga darurat kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan. Penetapan itu dituangkan dalam Surat Keputusan (SK) Bupati tertanggal 3 September 2018.

Menurut Plt Kepala BPBD Sitaro, Bob Wuaten ST, keputusan penetapan status tersebut diambil setelah pemerintah daerah menerima keluhan dari sejumlah kampung terkait kesulitan memperoleh air bersih.

“Itu (keluhan) menjadi salah satu indikator ditetapkannya status siaga darurat kekeringan. Selain itu, terpantau dari buletin atau prakiraan BMKG yang menyebut bahwa curah hujan pada Oktober mendatang di bawah normal,” terang Wuaten, Jumat (07/09).

Masa siaga darurat sebagaimana keputusan kepala daerah dimulai sejak 1 September hingga 30 Oktober mendatang. Dalam jangka waktu tersebut, pemerintah daerah akan melakukan supply air bersih ke wilayah-wilayah yang terdampak kekeringan paling parah.

“Petugas kami akan melakukan verifikasi menyangkut permintaan bantuan air bersih dari kampung-kampung lalu disalurkan secara bergulir. Semua armada milik pemerintah daerah, termasuk PDAM akan kami kerahkan selama berjalannya status darurat ini,” jelasnya.

Di samping pendistribusian air, pihak BPBD telah melakukan koordinasi dengan jajaran pemerintah kecamatan, kelurahan dan kampung termasuk instansi vertikal TNI/Polri terkait ancaman kebakaran hutan dan lahan.

“Nantinya secara bersama baik pemerintah daerah maupun jajaran di tingkat wilayah maupun pihak terkait lainnya sama-sama memberikan himbauan ke masyarakat untuk mengantisipasi kebakaran hutan maupun lahan,” pungkas Wuaten.

Penulis Octavianus Hermanses

Komentar