oleh

Ketua Tim Rajawali: Mari Hormati Keputusan GSVL

-Manado, Politik-86 views

Ketua Tim Rajawali Maikel Towoliu

 

 

METRO, Manado- Pilihan GS Vicky Lumentut untuk pindah ke Partai Nasional Demokrat (Nasdem) masih menjadi perbincangan hangat. Bagi Ketua tim Rajawali GSVL, Maikel Towoliu keputusan tersebut dinilai wajar dan merupakan hak pribadi dari GSVL dalam menentukan hak politik.

 

“Pindahnya GSVL dari partai Demokrat ke Nasdem adalah merupakan hak beliau untuk memilih dan mengambil suatu keputusan soal payung apa yang akan digunakan jelang Pilpres 2019,” tegas Towoliu.

Menurut dia, tanggapan dari berbagai pihak bisa saja berbeda beda di mana akan timbul pro dan kontra, tapi hal tersebut dinilainya adalah keputusan yang harus dihormati semua pihak.

“Sekali lagi, pilihan dan keputusan sudah diambil GSVL, dan itu hak beliau, marilah kita hormati bersama,” ujarnya.

Dia melanjutkan, memang tak dipungkiri, kerap pilihan dan keputusan yang diambil seorang pemimpin kadang kurang dipahami orang lain. Apalagi jika mendengar pendapat dari pihak yang berseberangan pemahaman politiknya.

“Kalo itu wajar saja, 1000 kebaikan yang dilakukan GSVL, pasti 1001 yang dianggap salah. Maksud saya, tak ada gunanya menjelaskan kepada mereka itu, sebab apapun yang akan disampaikan, pasti hal negatifnya yang dipikirkan terlebih dahulua,” ketusnya.

Ketika disinggung wartawan tentang munculnya isu pindahnya GSVL terkait persoalan hukum, Towoliu langsung membantahnya. Menurutnya, proses politik jangan dikaitkan dengan hukum. Politik dan hukum itu sangat berbeda. Ditarik garis lurus sejajar pun tidak akan pernah bertemu.

 

“GSVL itu adalah salah seorang warga yang taat akan hukum. Buktinya, berbagai persoalan mendera lalu tetap dihadapi. Contohnya, semua panggilan baik polisi hingga pengadilan, GSVL tetap hadir. Saya yakin, di mana pun GSVL berpijak, beliau pasti taat aturan. Kalian liat saja nanti,” jelasnya.

 

Lanjut Towoliu terkait dana bencana tahun 2014 yang kabarnya sementara diselidiki pihak kejaksaan, setahu dirinya, anggaran bantuan dana bencana 2014 itu, proses akhirnya setelah GSVL melepaskan jabatan sebagai walikota.

 

“Kalo tidak salah info, memang bunyinya anggaran bencana 2014, tetapi proses lelang sampai pelaksanaan, dilakukan ketika GSVL tidak menjabat lagi sebagai walikota. Beliau lepas jabatan pada tanggal 8 Desember 2015, di mana setelah itu proses baru dijalankan. Kemudian, pilwako Manado jatuh pada tanggal 9 Februari 2016. Setelah itu masih ada lagi proses 3 bulan baru dilantik. Pelantikan kalo tidak salah pada bulan Mei 2016,” urainya.

Apapun yang terjadi saat ini, menurutnya semua berproses sesuatu aturan. Dan tidak ada seorang pun di negeri ini yang tidak taat dengan aturan. Menurut Towoliu, sesuai janji pada pilwako lalu, bahwa tim Rajawali akan mengawal GSVL bukan hanya sampai pada pemilihan walikota saja, tapi akan tetap mengawal sampai akhir masa jabatannya sebagai Walikota Manado.

“Slogan sudah jelas, kesetiaan adalah kehormatan tertinggi bagi seorang prajurit sejati, di mana prajurit sejati hanya mengabdi kepada satu tuan,” pungkasnya seraya menyatakan dalam waktu dekat GSVL akan memberikan pernyataan resmi melalui media massa.

 

Penulis: Reymond Fransisco

Komentar