oleh

Wilayah Dampak Kekeringan di Sitaro Meluas

Kasubbid Logistik BPBD Sitaro, Meidy Telleng SIP.

METRO, Sitaro– Belum lama ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sitaro merilis data jumlah kelurahan dan kampung yang terdampak kekeringan akibat kemarau panjang. 

Tak berselang seminggu, paparan kekeringan tersebut terus meluas sehingga menambah jumlah wilayah terdampak.

Terbaru, Kelurahan Paniki Kecamatan Siau Barat (Sibar). Dimana pada Selasa (9/10/2018) pagi tadi, pemerintah setempat melayangkan surat permohonan bantuan air bersih kepada BPBD untuk tiga lindongan (dusun). 

“Dari surat yang masuk tercatat ada tiga lindongan yang membutuhkan pasokan air. Lindongan III Mateleng 12 KK, Lindongan III Kahai 13 KK dan Lindongan IV 38 KK,” ujar Kasubbid Logistik BPBD Sitaro, Meidy Telleng SIP.

Dia menuturkan, pasca menerima surat permohonan tersebut, pihaknya langsung melakukan distribusi air bersih dengan mengerahkan satu unit mobil tangki berukuran 3000 liter ke Kelurahan Paniki. 

“Langsung diteruskan ke operator mobil tangki untuk penyaluran air bersih. Siangnya langsung diantar ke lokasi sesuai permintaan,” lanjutnya.

Sebelumnya, Kepala BPBD Sitaro, Bob Wuaten ST menerangkan, pasca penetapan status darurat kekeringan pada 3 September 2018 silam, pihaknya telah menerima laporan dari 6 kelurahan kampung. 

Dari jumlah tersebut, sedikitnya 4000an warga mengalami dampak kekeringan dimaksud. 

“Yang sudah melapor masalah kekeringan air ada enam kelurahan kampung yakni Kelurahan Tatahadeng, Kelurahan Tarorane, Kelurahan Bebali, Kampung Kiawang, Kampung Salili, dan Kampung Dompase. Semuanya telah kita salurkan,” terang Wuaten. 

“Volumenya bervariasi antara tiga sampai sembilan trip per wilayah terdampak,” tukasnya.

Penulis: Vian Hermanses

Komentar