Kabid Humas: Warga Jangan Mudah Terprovokasi

  1. Kabid Humas Kombes Pol Ibrahim Tompo 

METRO, Manado- Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Utara (Sulut) memastikan situasi Kota Manado dan sekitarnya tetap aman dan terkendali pascaterjadinya aksi penolakan kedatangan Habib Muhammad Bahar bin Ali bin Smith dan Habib Muhammad Hanif bin Abdurrahman Alatthos, di Manado, Sulut.

Kapolda Sulut Irjen Pol Bambang Waskito melalui Kabid Humas Kombes Pol Ibrahim Tompo mengatakan, situasi di Kota Manado dan sekitarnya tetap aman dan terkendali.

“Kami juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi, terutama melalui media sosial. Tetap jaga kerukunan, persatuan dan kesatuan,” ujarnya melalui keterangan tertulis, Selasa (16/10/2018) pagi.

Lanjutnya, tidak ada hal yang cukup rawan dan meresahkan masyarakat.

“Kondisi yang ada walaupun sempat terjadi gesekan namun semua dapat diatasi dan diamankan oleh aparat keamanan,” sebut Tompo.

Baca Juga :  Milenial Minahasa Siap Menuju Indonesia Gemilang

Ia menambahkan, Kapolda Sulut Irjen Pol Bambang Waskito mengapresiasi petugas di lapangan.

“Di mana terlihat sinergi TNI dan Polri yang dengan sigap dapat mengamankan kedua belah pihak, sehingga tidak berlarut dan tidak ada korban,” ujarnya.

Tompo juga mengatakan, pihaknya bersifat netral, sehingga semua kegiatan masyarakat harus diamankan.

“Kita tidak berpihak, pengamanan tadi malam (Senin) itu merupakan langkah terbaik dari pihak kepolisian, TNI dan pemerintah Sulut,” ungkapnya.

Lanjut Tompo, faktanya yang bersangkutan (Habib Bahar Smith) tetap bisa hadir dalam kegiatan haul, dan masyarakat tidak terganggu.

“Situasinya sebenarnya aman-aman saja, namun ada pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab yang membesar-besarkan situasi ini,” terangnya.

Baca Juga :  Berstatus Bebas Bersyarat, Napi Pencucian Uang Tertangkap Kasus Penggelapan

“Masyarakat Sulut itu sangat toleran, jadi jangan mudah terprovokasi. Tetap jaga kerukunan, persatuan dan kesatuan, karena torang samua basudara,” pungkasnya mengimbau.

Seperti diketahui, aksi penolakan dilakukan oleh ratusan massa dari beberapa Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) adat, di Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado, Senin (15/10/2018).

Penjagaan sejak awal dilakukan secara ekstra ketat oleh personel kepolisian dan TNI di sekitar bandara, sebagai langkah antisipasi untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tak diinginkan. Kendaraan taktis kepolisian juga disiagakan di sekitar bandara.

Kedatangan Habib Muhammad Bahar bin Ali bin Smith adalah untuk menghadiri Haul Akbar ke-7 ayahnya, Al Habib Ali bin Abdurrahman bin Smith dan Doa Akbar untuk Bangsa Indonesia Khususnya Doa Bersama untuk Palu dan Donggala, yang digelar di Masjid Habib Alwi bin Smith, Kelurahan Karame, Kota Manado, Senin malam.

Baca Juga :  Tim Bola Voli Putri Manado Rebut Trophy Kapolda Sulut

Sementara itu aksi penolakan juga terjadi di ruas Jalan R.E. Martadinata, Paal Dua. Namun situasi yang sempat memanas, berhasil diredam dengan upaya persuasif oleh pihak kepolisian yang dipimpin Wakapolda Sulut, Brigjen Pol Johni Asadoma.

Wakapolda lalu berdialog dengan perwakilan Ormas. Sesaat kemudian, massa berangsur-angsur membubarkan diri, Selasa (16/10/2018) sekitar pukul 04.00 WITA. Dan beberapa jam kemudian, Habib Bahar Smith beserta rombongan kembali ke Jakarta dalam keadaan aman. 

Penulis: Metro Grup

Bagikan sekarang...

Berita Terbaru