oleh

Gara-gara Curhat di Facebook, Agogo Bakery Polisikan Caleg Bitung

Agogo Bakery

METRO, Bitung– Salah satu toko roti di Kota Bitung, Agogo Bakery, terlibat persoalan hukum dengan seorang konsumen. Menariknya, konsumen dimaksud ternyata berstatus caleg.

Hal ini diungkapkan langsung oleh konsumen dimaksud, Maryati Miolo, Rabu (14/11/2018).

“Saya dituduh melakukan pencemaran nama baik dan fitnah. Makanya mereka melaporkan saya ke Polres Bitung,” ujar Maryati saat bertemu di bilangan Pusat Kota Bitung.

Maryati kemudian menceritakan ikhwal persoalan ini. Kala itu caleg DPRD Bitung dari Partai Demokrat ini tengah membeli roti di toko tersebut.

“Kejadiannya tanggal 29 September malam. Saya diantar ayah saya membeli roti di toko tersebut. Seingat saya waktu itu toko sudah hampir tutup, sehingga saya jadi pembeli terakhir,” terangnya.

Setelah menerima roti yang dipesan Maryati kemudian membayar. Ia mengaku menyerahkan selembar uang Rp100 ribu.

“Belanjaan saya seharga Rp24 ribu jadi ada kembalian. Tapi setelah itu saya kaget karena kasir bilang uang saya cuma Rp5 ribu. Dia menuntut saya untuk membayar lagi karena uangnya kurang. Dari situ kami terlibat adu mulut dan saya sempat dituduh berniat tidak baik. Katanya saya ingin menipu dan mencuri,” bebernya.

Maryati tetap bersikukuh bahwa uangnya senilai Rp100 ribu. Namun karena tak ingin terus berdebat dia mengaku terpaksa mengalah.

“Saya akhirnya mengalah. Saya bayar lagi dengan uang Rp100 ribu dan dia mengembalikan sisanya. Setelah itu saya langsung pergi dengan hati yang dongkol,” tutur mahasiswi di salah satu perguruan tinggi ini.

Singkat cerita, Maryati kemudian curhat di media sosial terkait hal itu. Dia memposting kejadian tersebut di grup Facebook Berita Bitung, yang kemudian direspon oleh banyak orang. Nah, dari sinilah proses hukum bergulir.

Agogo Bakery yang tidak terima karena kejadian tersebut sudah viral, lantas melaporkan Maryati ke polisi. Gadis tersebut dianggap sudah merusak nama baik dan reputasi toko dimaksud.

“Tadi saya sudah dapat panggilan dari polisi. Besok (hari ini,red) saya harus datang untuk dimintai keterangan. Saya sangat heran dengan hal ini. Saya yang jadi korban tapi mereka yang melapor. Logikanya saja, saya ke toko untuk berbelanja tidak mungkin saya tidak bawa uang. Kalaupun uang saya tidak cukup saya pulang saja ke rumah dan ambil lagi. Kebetulan rumah saya dekat dengan toko,” katanya.

Terpisah, pemilik Agogo Bakery melalui pengacaranya, Felda Maramis, menampik klaim dari Maryati. Felda menegaskan jika uang yang dibayarkan memang cuma Rp5 ribu.

“Memang cuma Rp5 ribu kok. Tidak mungkin kami melapor kalau kasir kami yang salah. Jadi tidak benar kalau uangnya Rp100 ribu,” tandasnya.

Felda pun memastikan kasir di toko itu tidak keliru. Ia yakin yang bersangkutan sudah bertindak benar dan tepat.

“Dia pasti teliti. Karena kalau uang kurang dan dia lalai maka dia yang kena. Bisa-bisa dia dipecat dari pekerjaan. Jadi sangat tidak mungkin kalau dia yang salah,” pungkasnya. (bds)

Komentar