14210 Paspor RI Diterbitkan Kanim Manado Sepanjang 2018

METRO, Manado- Hingga akhir tahun 2018, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Manado, tercatat telah menerbitkan sebanyak 14210 paspor bagi WNI. Jumlah ini mengalami peningkatan sebesar 1,92%, jika dibandingkan tahun 2017 yang sebesar 13942 paspor.

“Kami juga telah melakukan penolakan penerbitan paspor bagi terduga pekerja migran non prosedural sebanyak 28 orang,” ujar Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Manado, Friece Sumolang, Selasa (31/12) siang.

Dijelaskan Sumolang, terjadinya peningkatan penerbitan paspor ini, dipengaruhi beberapa faktor, diantaranya yaitu peningkatan tingkat populasi penduduk di wilayah Kota Manado dan sekitarnya, peningkatan perjalanan ibadah keagamaan, paket perjalanan murah ke luar negeri dan pendidikan dan kesehatan. “Untuk jumlah penerbitan paspor di unit layanan paspor MPP Wale Kabasaran Kota Tomohon sebanyak 772,” ungkap Sumolang.

Baca Juga :  Pekerja Tewas, Disnakertrans Turunkan Tim Pengawas

Dari data yang diperoleh harian ini, terkait dengan pelayanan keimigrasian bagi orang asing yaitu pemberian dan perpanjangan izin tinggal berdasarkan visa dan izin tinggal, terjadi peningkatan pada dokumen izin tinggal terbatas sebesar 13,50 % dengan jumlah 748 orang dari tahun 2017 yang hanya 659 orang. Peningkatan tersebut merupakan akumulasi dari pemberian izin
tinggal yang baru dan perpanjangan izin tinggal dari yang sudah diberikan.
Untuk izin tinggal tetap mengalami penurunan menjadi hanya 25 orang dibandingkan tahun 2017 sebanyak 35 orang.

Baca Juga :  93.910 Motor di Manado Menunggak Pajak

Sedangkan untuk izin tinggal yang bersifat kunjungan, orang asing yang menggunakan izin tinggal kunjungan mengalami penurunan sebesar 21,43 % dari 1045 orang di tahun 2017 menjadi 821 orang. Sementara yang menggunakan visa on arrival berjumlah 481 orang.

Sumolang juga menambahkan bahwa warga negara terbanyak yang diberikan izin tinggal adalah China sebanyak 630 orang, Amerika 203 orang, Belanda 171 orang, Filipina 151 orang dan Jerman 141 orang.

Baca Juga :  Penunggak Pajak Sulut akan Dipublikasikan di Media

“Adapun tujuan kedatangan WNA antara lain kunjungan keluarga, belajar atau penelitian, rohaniawan, wisatawan lansia, penanam modal, dan sebagai tenaga ahli yang bekerja pada sektor wisata, pertambangan, industri, dan pendidikan,” kata Sumolang.(71)

Bagikan sekarang...

Berita Terbaru