BPJSTK Serahkan Santunan Kematian Pekerja Sosial Keagamaan di Mitra

METRO, Manado- Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJSTK) Cabang Manado menyerahkan santunan kematian bagi pekerja lintas agama di Kabupaten Minahasa Tenggara, atas nama almarhum Tavif Watuseke, yang juga merupakan Ketua DPRD Mitra, Rabu (6/2) siang. Semasa hidupnya, almarhum Tavif Watuseke tercatat sebagai pelayan khusus penatua di jemaat GMIM Efrata Ratatotok.

“Santunan diserahkan langsung oleh Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw kepada ahli waris yaitu istri almarhum. Total santunan yang diserahkan sebesar Rp 24 juta,” ujar Kepala BPJSTK Manado, Tri Candra Kartika.

Baca Juga :  Penunggak Pajak Sulut akan Dipublikasikan di Media

Dari data yang diperoleh koran ini, pada tahap pertama tercatat sudah ada sebanyak 35.000 orang pekerja sosial keagamaan di Sulawesi Utara yang dilindungi program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan berupa jaminan kecelakaan kerja (JKK) dan jaminan kematian (JKM). Jumlah itu terus meningkat mencapai 60.229 orang di tahun 2018. Semua iuran pekerja sosial tersebut diberikan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.

Memberikan rasa aman dalam melakukan pekerjaan merupakan tanggung jawab pemberi kerja melalui pengalihan risiko kepada BPJS Ketenagakerjaan dengan membayar iuran JKK bagi pekerjanya yang jumlahnya berkisar antara 0,24 % – 1,74% dari upah sebulan, sesuai kelompok risiko jenis usaha. Sementara program JKM memberikan manfaat kepada keluarga tenaga kerja, seperti santunan kematian sebesar Rp 16.200.000, santunan berkala Rp 200.000/bulan (selama bulan) atau dapat diambil sekaligus dimuka, biaya pemakaman Rp 3.000.000, beasiswa pendidikan 1 anak diberikan kepada setiap peserta yang meninggal dunia bukan akibat kecelakaan kerja dan telah memiliki masa iur paling singkat 5 tahun sebesar Rp 12.000.000.

Baca Juga :  Pemkot Tomohon Permudah Izin Usaha IKM

Candra juga menambahkan bahwa apresiasi perlu diberikan kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara atas inisiatif dalam upaya memberikan perlindungan kepada pekerja sosial keagamaan yang ada di Sulawesi Utara. “Tahun 2017 silam Pemprov Sulut menerima Anugerah Museum Rekor Indonesia atas perlindungan terhadap 35 ribu pekerja lintas agama di Sulut,” ungkapnya.(71)

Bagikan sekarang...

Berita Terbaru