oleh

Swapar Fasilitasi Pembentukan Forum Layanan Berbasis Komunitas

METRO, Manado– Swara Parangpuan (Swapar) Sulut memfasilitasi terbentuknya forum Layanan Berbasis Komunitas atau Forum LBK Kabupaten Minahasa Selatan. Kegiatan yang dilaksanakan sejak Selasa (30/4/2019) hingga Rabu (1/5/2019) di Hotel Green Eden itu diikuti oleh lima LBK yang ada di lima desa dampingan Swapar.

Menurut pihak Swapar yang diwakili oleh Nur Hasanah, tujuan dari kegiatan tersebut adalah untuk memetakan kekuatan, hambatan dan tantangan LBK sebagai lembaga layanan bagi perempuan korban kekerasan di desa, merumuskan prinsip, arah, tujuan dan mekanisme kerja forum LBK, yang akan dibentuk serta menyusun agenda kerja forum periode 2019-2024.

Swapar Sulut adalah salah satu anggota Forum Pengada Layanan (FPL) dimana sejak tahun 2014 bersama dengan anggota FPL lainnya di Indonesia melalui program MAMPU membentuk Layanan Berbasis Komunitas (LBK) dengan pendekatan berbasis pemerintah di desa, gereja, pesantren, sekolah, adat dan lainnya.

“Bentuk dan namanya juga berbeda-beda, ada yang namanya posko informasi dan pengaduan/penanganan, pos curhat, forum perempuan desa, support grup, forum paralegal, bale perempuan dan sebagainya,” ungkap Nur, Kamis (2/5/2019).

“Dari desa ke desa, pulau ke pulau mereka terus mengajak kaum perempuan untuk belajar berorganisasi, belajar memahami hak-hak perempuan serta saling berbagi sumber daya untuk menghidupi komunitas dan energy, yang gerakannya memperjuangkan keadilan dan kesetaraan gender di keluarga, lingkungan dan di desa mereka,” terang dia lagi.

Menurut Nur, LBK tidak hanya menjadi pusat belajar warga tentang keadilan dan kesetaraan gender termasuk yang terkait dengan kekerasan terhadap perempuan. Tetapi aktif membagi pengetahuan dengan kapasitas individu dan komunitasnya untuk melakukan pencegahan dan pendampingan kepada perempuan korban kekerasan serta merespon isu-isu kemiskinan di wilayahnya.

“Seperti isu kesehatan reproduksi, jaminan kesehatan dan isu lainnya,” tambah dia lagi.

Sedangkan menurut Mun Djenaan, Koodinator Program Swara Parangpuan, LBK yang dibangun FPL menjadi kelompok strategis di komunitasnya.

“Mereka menjadi sumber pengetahuan yang penting. Bahkan di tengah keterbatasan, mereka membangun gerakan penghapusan kekerasan terhadap perempuan, mendorong kebijakan perlindungan untuk perempuan korban kekerasan serta melahirkan pemimpin-pemimpin komunitas,” kata aktifis perempuan senior di Sulut ini.

Dengan perjalanan kurang lebih empat tahun, kata Mun, Swara Parangpuan mengembangkan layanan berbasis komunitas yang ada di lima desa di kecamatan Tatapaan dengan membentuk forum di tingkat kabupaten, yaitu desa Arakan, Rap-rap, Pungkol, Wawona, Wawontulap.

“Tujuannya agar kerja-kerja layanan di tingkat desa dapat terkonsolidasi dan berdampak hingga ke tingkat kabupaten. Harapannya forum ini juga bisa menjadi inspirasi bagi kabupaten lainnya hingga berdampak ke tingkat Propins,” kunci dia. (YSL)

Komentar