oleh

Sumendap: Yang Mau Rusak UKIT Silahkan Minggir Dulu

James Sumendap bersama petinggi UKIT.

 

 

 

 

 

METRO, Ratahan – Menjadi mediator dalam upaya penyatuan Universitas Kristen Indonesia Tomohon atau UKIT, James Sumendap SH dengan lantang meminta kepada pihak yang ingin merusak perguruan tinggi milik GMIM ini, untuk minggir dulu.

Hal ini diungkap Sumendap kepada sejumlah wartawan maupun lewat sambutan di hadapan puluhan ribu Pelayan Khusus dan Pendeta yang menghadiri Ibadah Agung dalam rangka HUT Pekabaran Injil dan Pendidikan Kristen di Lapangan Tombatu, Mitra, Rabu (12/06) kemarin. “Semua pihak untuk berpikir rasional terkait dualisme UKIT. Yang mau rusak UKIT silahkan minggir dulu,” tandas Sumendap yang langsung disambut aplaus puluhan ribu Pelsus dan pendeta yang memadati Lapangan Tombatu.

Menurut Sumendap, penyatuan UKIT adalah langkah penting yang harus dilakukan saat ini, karena ini menyangkut kewibawaan GMIM. “Hari ini, tempat ini akan jadi saksi sejarah penyatuan UKIT. Ini momen yang spesial, dua rektor yakni Prof Ratag dan Pak Siwuh boleh duduk bersama dan sepakat untuk bersatu. Untuk itu, sekali lagi saya minta kepada kaum farisi yang ingin merusak UKIT, silahkan minggir, anda tidak dibutuhkan dalam upaya penyatuan UKIT,” tegas Sumendap.

Dikatakan Sumendap, dirinya akan terus mengawal upaya ini, sampai UKIT benar-benar bersatu. “Sejatinya, sebagai warga GMIM dan juga alumnus UKIT, saya merasa terbeban dengan persoalan UKIT yang sudah berlangsung selama kurun waktu 13 tahun. Ingat, 13 tahun adik-adik kita yang menimbah ilmu di UKIT tidak punya status jelas, bahkan status kependetaan mereka juga dipermalahkan, untuk itu, saya juga minta hal ini kita gumuli bersama,” tukas Sumendap.

Langkah Sumendap ini sendiri, menuai apresiasi berbagai pihak “Dalam persoalan ini, memang butuh sosok seperti Pak Sumendap untuk jadi mediator. Dan tentu langkah pak Sumendap patut didukung dan diapresiasi,” ungkap sejumlah petinggi UKIT maupun warga dan Pelsus GMIM.
Alumnus yang juga pengajar UKIT, Maria Politon-Assa ikut angkat suara. “Dari dulu itu UKIT memang cuma satu, tapi ada orang-orang yang mau bekeng pisah. Soal langkah penyatuan yang dimotori James, ini saya apresiasi dan kita memang butuh orang seperti dia yang peduli dengan persoalan UKIT ini,” ungkap Maria.(ian)

Komentar