oleh

Masih Terima Gaji Bulan Ini, Legislator Sulut Mulai ‘Libur’

Salah satu suasana rapat di DPRD yang sepi anggota dewan

METRO, Manado- Masa jabatan periode 2014-2019 yang tinggal sebulan lagi. Namun aktifitas di kantor DPRD untuk menuntaskan pekerjaan rumah pembahasan sejumlah Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda), mandek tak jelas.

Kegiatan para wakil rakyat kita lebih sering dilakukan di luar daerah dan luar negeri. Entah itu di Jakarta, maupun Eropa. Agenda dan tujuan perjalanan dinas pun seperti tak masuk akal, yakni peningkatan kapasitas anggota dewan. Padahal yang melakukan perjalanan dinas paling banyak adalah legislator yang tak akan menjabat lagi pada periode 2019-2024 nanti.

Terpantau harian ini, sejak Senin (5/8/2019) hingga Jumat (9/8/2019), kantor DPRD di kawasan Kairagi, Manado sunyi senyap. Tak ada aktifitas lagi dan tak ada anggota dewan yang ngantor. Padahal bulan Agustus ini, mereka masih mendapatkan upah bulanan mereka menggunakan uang rakyat sebesar Rp50 juta per anggota dewan.

Akademisi DR Ferry Liando mengatakan, kegiatan perjalanan dinas yang dilakukan oleh anggota dewan di akhir periode menjabat, sangat sulit untuk berkorelasi pada kepentingan publik.

“Sehingga saya anggap itu sangat tidak wajar.  Apalagu jika yang mengikuti perjalanan dinas itu tidak terpilih lagi. Jika masih tepilih mungkin manfaatnya  bisa saja ada,” kata Liando, pekan lau.

Meski demikan, tambah Liando perjalanan dinas itu tetap saja dituntut pertanggungjawabannya.

“Untuk apa kegiatan itu dilakukan. Apakah  itu berkaitan dengan suatu program misalnya legislasi seperti pembuatan Perda atau program lainnya, atau seperti apa. Jika selesai perjalanan itu tidak diikuti dengan sesuatu kegiatan, maka wajar jika ada kritik publik sebab tidak memberikan makna apapun bagi publik,” tutup Liando.

Meski kehadiran para anggota dewan kian menurun, namun ada sejumlah anggota dewan yang sesekali terlihat masuk kantor. Seperti rapat pembahasan Perda Pertambangan. Legislator yang tidak akan duduk lagi, seperti Ferdinand Mewengkang dan Eddyson Masengi masih antusias menjalankan tugasnya. (YSL)