oleh

Ketua Komisi IV Nilai Kadisbud Sualang Arogan

METRO, Manado– Sorotan Ketua Komisi IV bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Braien Waworuntu terhadap Kepala Dinas Kebudayaan Daerah (Disbud) Sulawesi Utara, Jenry Sualang yang tidak memenuhi undangan hearing berbuntut panjang.

Selain mengeluarkan rekomendasi agar Gubernur Olly Dondokambey mempertimbangkan jabatan Sualang, Ketua Komisi IV juga menyorot reaksi yang ditunjukan oleh Sualang atas kritikan pihaknya.

Kepada wartawan, Waworuntu menilai Sualang telah merusak hubungan kemitraan antara lembaga legislatif dan eksekutif. Dimana ulah Sualang yang dianggap arogan dan merasa superior serta hebat ini, justru telah menganggap remeh DPRD.

“Saya diberitahu bahwa oknum Kadisbub melalui Whatsapp mengirim pesan bahwa ke beberapa rekan pejabat Pemprov, anggota dewan itu (dirinya, red) baru menjadi pejabat. Sedangkan beliau sudah lama jadi pejabat dan puluhan tahun dinas,” beber Waworuntu, Rabu (12/2/2020).

Terhadap hal ini, Waworuntu sebagai Ketua Komisi IV menyesalkan sikap arogansi Sualang. Karena yang dikritik pihaknya adalah soal kinerja.

“Apalagi sejak awal, Gubernur dan Wakil gubernur serta Sekretaris Propinsi berkomitmen bersama DPRD untuk membangun komunikasi yang harmonis, sebagaimanan tupoksi anggota DPRD,” tandas politisi Partai Nasional Demokrat itu.

Seperti diketahui, Komisi IV menggelar hearing dengan Disbud Sulut, Senin (10/2/2020) lalu. Namun karena Kepala Dinas tak hadir, Ketua Komisi IV men-skors hearing, serta mengeluarkan rekomendasi agar Gubernur mempertimbangkan jabatan Sualang.

Sualang, yang kemudian datang menghadap ke Komisi IV mengaku tak datang karena diwajibkan oleh Gubernur untuk menghadiri pertemuan dengan BPK RI.

“Saya diwajibkan oleh Gubernur hadir di pertemuan BPK. Jadi saya hanya mengutus Kepala-kepala Bidang untik hadir hearing,” ucapnya.

Ia pun menggerutu bawah pemanggilan dirinya untuk hearing oleh Komisi IV tidak prosedural.

“Pemanggilan saya juga improsedural. Hearing harus melalui Sekprop dan Pimpinan DPRD. Tapi karena saya mengharagai pemanggilan Komisi IV maka saya utus jajaran saya untuk turun langsung,” kelitnya.

Terkait masalah pribadi yang dikabarkan menjadi pemicu konflik antara Ketua Komisi IV dengan dirinya, Jenry mengaku khilaf karena di suatu acara gereja yang dihadirinya bersama Braien, ia tak dapat mengenal politisi Partai NasDem tersebut.

“Waktu itu kita nda dapa kenal pa beliau, karena belum seterkenal anggota dewan lainnya. Apalagi dia dapa lia lebih muda. Jadi kita nda dapa kenal sama skali,” kelit Jenry lagi.

Soal rekomendasi Ketua Komisi IV agar gubernur menggantinya, Jenry pun tak gentar.

“Gubernur tak sebodoh itu,” kata dia yakin.

Cukup lama berdiri di depan pintu Ketua Komisi IV yang masih tertutup, Jenry pun dipanggil oleh Careig N Runtu. Di ruang kerja Wakil ketua Komisi IV itu, Careig berupaya memediasi Braien dan Jenry. Beberapa saat kemudian, Jenry akhirnya dipanggil masuk ke ruangan Braein.

Saat keluar dari ruangan Ketua Komisi IV, Jenry mengaku masalah sudah selesai. Begitu juga dengan Braien yang mengaku aman-aman saja. Agenda hearing akan dilanjutkan kembali, menunggu jadwal yang baru. (YSL)

Terkait