oleh

UPT BP2MI Manado Fasilitasi Kepulangan Jenazah ABK Asal Gorontalo

METRO, Manado- Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Manado, memfasilitasi pemulangan jenazah Wahid Lamato (51 tahun), seorang anak buah kapal (ABK) asal Desa Mongolato Kecamatan Telaga Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, pada Sabtu (9/5).

Jenasah almarhum Wahid dipulangkan ke Gorontalo melalui Bandara Sam Ratulangi Manado. Hal ini dilakukan karena adanya penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Provinsi Gorontalo akibat pandemi covid-19. Pemulangan jenazah ABK ini dilakukan berdasarkan brafax dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam.

Informasi yang diperoleh koran ini menyebutkan, almarhum Wahid baru bekerja selama 4 bulan di Brunei Darussalam sebagai kapten kapal di perusahaan KTL Service Sdn Bhd. Almarhum meninggal dunia pada tanggal 2 Mei 2020 di tempat tinggalnya di Unit E 82, Jalan Bunga Tanjong, Kuala Belait, Brunei Darussalam. Tanggal 2 Mei 2020 sekitar pukul 09.30, almarhum ditemukan sudah tidak sadarkan diri oleh rekannya di dalam kamar. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim medis dan kepolisian setempat, almarhum dinyatakan meninggal dunia pada
pukul 10.15 waktu setempat.

Pada tanggal 3 Mei 2020, telah dilakukan otopsi di Rumah Sakit RIPAS, Bandar Seri Begawan yang dihadiri oleh perwakilan KBRI dan majikan. Hasil otopsi menunjukkan bahwa almarhum meninggal dunia karena masalah jantung. Selain itu almarhum juga tidak terjangkit covid-19.

KBRI telah berkoordinasi dengan istri almarhum dan juga pihak UPT BP2MI Manado untuk membantu memfasilitasi pemulangan jenazah dengan ambulan ke kampung halamannya berdasarkan permohonan dari pihak keluarga.

Almarhum dipulangkan pada tanggal 6 Mei 2020 melalui Kuala Lumpur kemudian Jakarta dan dilanjutkan dengan penerbangan ke Manado pada tanggal 9 Mei 2020 dengan menumpang pesawat Garuda Airlines. UPT BP2MI Manado juga telah berkoordinasi dengan pihak Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Manado dan Satuan Tugas Covid-19, Sulawesi Utara terkait pemulangan ini dan telah menjalankan protokol kesehatan yang diminta oleh pihak KKP dan tim Satgas sebagai bentuk pencegahan terkait penyebaran Covid-19.

Jenazah almarhum tiba di Bandara Sam Ratulangi pukul 13.00 dan dijemput langsung oleh Kepala UPT BP2MI Manado Hard Merentek dan pihak KKP Manado. Jenazah kemudian langsung dibawa ke daerah asalnya di Gorontalo oleh tim UPT BP2MI Manado dan diserahkan kepada keluarganya dengan disaksikan oleh pemerintah setempat.

Kepala UPT BP2MI Manado mengungkapkan bahwa penjemputan dan pendampingan pemulangan ini merupakan bentuk kehadiran negara dalam memberikan perlindungan kepada pekerja migran Indonesia.

“Almarhum memang tidak terdaftar dalam sistem kami di BP2MI, namun kami tetap memfasilitasi pemulangan jenasah almarhum, karena hal ini merupakan komitmen dari Kepala Badan kami untuk tetap melayani pekerja migran kita, sebagai bentuk kehadiran negara untuk memberikan pelayanan perlindungan kepada pekerja migran Indonesia,” ujar Hard.(71)