Terus Berinovasi, BPJAMSOSTEK Tingkatkan Layanan Melalui Inisiatif Strategis

BAGI Ke :

METRO- BPJAMSOSTEK terus berinovasi dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan peserta dana jaminan sosial antara lain melalui berbagai inisiatif strategis.

Direktur Utama BPJAMSOSTEK, Agus Susanto mengatakan, di tahun 2019 BPJAMSOSTEK meningkatkan kemudahan layanan melalui layanan digital BPJSTKU yang merupakan aplikasi yang dapat didownload dari gawai para peserta, penambahan jaringan desa sadar jaminan sosial ketenagakerjaan untuk menjangkau pedesaan, program perlindungan pekerja migran indonesia (PMI), PERISAI, dan vokasi indonesia bekerja.

“Hingga saat ini, aplikasi BPJSTKU telah digunakan oleh 9,9 juta pengguna. BPJSTKU dapat dimanfaatkan untuk melakukan cek saldo JHT, mengakses kartu digital, pelaporan kasus kecelakaan kerja, hingga mengajukan klaim melalui gawai handphone maupun komputer secara online,” kata Agus.

Baca Juga :  Hindari Calo, Protokol Lapak Asik Permudah Klaim JHT

Sementara itu, menurut Agus BPJAMSOSTEK dalam kurun kurang dari satu tahun telah mampu melindungi PMI sebanyak 544,5 ribu orang pekerja yang telah ditempatkan di negara tujuan, maupun yang masih dalam masa pelatihan di Indonesia.

“Sejak diluncurkan pada tahun 2017, hingga akhir Desember 2019, program PERISAI telah berhasil mengakuisisi sebanyak 555.497 pekerja yang terdaftar melalui 4.953 PERISAI di seluruh Indonesia,” ujar Agus.

Menurutnya, desa sadar jaminan sosial yang menjadi salah satu cara mendukung peningkatan awareness dan edukasi di masyarakat pedesaan juga diperluas, dengan pencanangan 675 desa pada tahun 2019. “Setiap desa tersebut memiliki komitmen untuk mengedukasi masyarakat dan memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan kepada para perangkat desa dan potensi pekerja lainnya di area desa masing-masing,” jelas Agus.

Baca Juga :  BPJAMSOSTEK Jamin Pekerja yang Terapkan WFH

Sejak resmi diluncurkan pada Desember 2019, kata Agus program vokasi Indonesia bekerja hingga saat ini telah diikuti oleh 2.963 peserta yang tersebar di 54 lembaga pelatihan. Program ini merupakan program pelatihan gratis bagi peserta BPJAMSOSTEK yang mengalami PHK dan mencakup pelatihan upskilling dan reskilling. “Hal ini mendapat respon positif untuk kemudian dilanjutkan pada kondisi pandemi seperti saat ini. Banyak dari pekerja yang terdampak dan sangat membutuhkan program sejenis,” ungkapnya.

Baca Juga :  DPR RI dan DJSN Apresiasi Protokol LAPAK ASIK One to Many

Agus menyebut, predikat Wajar Tanpa Modifikasian dari kantor akuntan yang independen merupakan indikasi bahwa pengelolaan keuangan telah dilakukan sesuai dengan standar akuntansi keuangan yang berlaku.

“Kami mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada semua pihak, semoga program perlindungan yang kami selenggarakan dapat memberikan manfaat yang optimal bagi seluruh pekerja di Indonesia,” pungkas Agus.(*)