oleh

Ekonomi Sulut Tumbuh Negatif, Aktifitas Pariwisata Paling Parah Terdampak

METRO, Manado- Ekonomi Sulawesi Utara triwulan II 2020 dibanding triwulan II 2019 tumbuh negatif 3,89 persen. Sebagian besar lapangan usaha mengalami kontraksi, dengan kontraksi terdalam dicapai oleh lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar -50,28 persen, transportasi dan pergudangan -31,49 persen, dan jasa lainnya -13,11 persen.

Demikian disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Utara, Ateng Hartono, dalam rilis data pertumbuhan ekonomi Sulut, lewat streaming youtube, Rabu (5/8) kemarin.

Ateng mengungkapkan, aktivitas pariwisata paling parah terdampak Covid-19, sehingga menyebabkan ketiga lapangan usaha tersebut mengalami pertumbuhan negatif yang signifikan.

“Kontraksi terdalam di lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum, imbas dari ditutupnya hampir seluruh hotel di Sulut serta aktivitas rumah makan dan restoran yang lesu,” ujar Ateng.

Sementara kontraksi di lapangan usaha transportasi dan pergudangan, menurut Ateng didorong oleh penerapan work from home dan school from home, penjagaan di perbatasan, penutupan layanan penerbangan komersial serta pembatasan perjalanan laut.

“Tidak beroperasinya tempat hiburan, pusat perbelanjaan dan tempat wisata, pembatalan iven-iven besar, serta kunjungan wisman yang turun signifikan, menyebabkan pertumbuhan negatif di sektor jasa lainnya,” jelas Ateng.

Meski begitu, menurut Ateng beberapa lapangan usaha tumbuh positif, antara lain informasi dan komunikasi, jasa keuangan dan asuransi serta pengadaan listrik, gas, dan produksi es.

“Pembatasan aktivitas di luar rumah yang puncaknya diadakan pada triwulan II 2020, menyebabkan mayoritas aktivitas sehari-hari dilakukan secara online dari rumah, termasuk kegiatan sosial lainnya,” ungkapnya.

Hal ini, kata Ateng mendorong pemakaian pulsa dan paket data meningkat cukup signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. “Selain itu, di tengah kekhawatiran lesunya aktivitas ekonomi pada masa pandemi ini, ternyata kredit perbankan masih dapat tumbuh dengan baik,” tandas Ateng.(71)