oleh

Terkontraksi, Ekonomi Sulut -3,89 Persen

METRO, Manado- Data Badan Pusat Statistik mencatat, ekonomi Sulawesi Utara pada triwulan II 2020 terkontraksi -3,89 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2019.

“Perekonomian Sulawesi Utara berdasarkan besaran produk domestik regional bruto (PDRB), atas dasar harga berlaku triwulan II 2020 hanya mencapai Rp30,84 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 sebesar Rp20,70 triliun,” kata Kepala BPS Sulut, Ateng Hartono lewat streaming youtube, Rabu (5/8) kemarin.

Dijelaskan Ateng, terhadap triwulan I 2020, ekonomi Sulawesi Utara juga tumbuh negatif -3,16 persen. Puncak pembatasan aktivitas dalam rangka memutus penyebaran COVID-19 yang jatuh pada triwulan II 2020 menyebabkan aktivitas lapangan usaha yang bergerak di sektor pariwisata terhenti. “Hal ini berdampak pula pada aktivitas lapangan usaha lain yang terpaksa merumahkan beberapa karyawannya sebagai akibat lesunya kegiatan usaha dan bisnis,” jelasnya.

Efek musiman hari raya Idul Fitri dan Paskah yang pada tahun-tahun sebelumnya berperan dalam mendorong pertumbuhan di triwulan II, kata Ateng tidak sanggup melakukan
dorongannya pada tahun ini. “Selain itu, pemberian THR yang kurang optimal juga belum sanggup mendorong aktivitas usaha dan bisnis kembali normal,” katanya.

Secara kumulatif, PDRB Sulawesi Utara semester I 2020 dibandingkan semester I 2019 tumbuh sebesar 0,09 persen. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada lapangan usaha informasi dan komunikasi yang tumbuh sebesar 17,51 persen. “Diikuti lapangan usaha jasa kesehatan dan kegiatan sosial yang tumbuh sebesar 8,72 persen, kemudian lapangan usaha jasa keuangan dan asuransi yang tumbuh sebesar 8,20 persen,” tukas Ateng.(71)