oleh

Produk Pertanian Sulut Bernilai Rp62,1 M Diekspor ke Tujuh Negara

METRO, Manado- Dalam kunjungan kerjanya ke Sulawesi Utara pada Minggu (30/8), Menteri Pertanian (Mentan) RI, Syahrul Yasin Limpo (SYL) melakukan pelepasan ekspor sekaligus inspeksi dan penyerahan sertifikat kesehatan karantina pertanian di Kantor Badan Penelitian Tanaman Palma (BALITPALMA), Minahasa Utara.

Adapun komoditas pertanian yang diekspor yakni rempah pala biji, cengkeh, kelapa parut, minyak kelapa, santan kelapa dan bunga pala sebanyak 3.766 ton. Komoditas-komoditas ini diekspor ke Jerman, Cina, India, Singapura, Vietnam, Jepang dan Turki.

“Pelepasan ekspor ini bertujuan juga untuk inspeksi langsung kesiapan ekspor tersebut. Semua komoditas ini telah melewati serangkaian tindakan karantina pertanian untuk memenuhi persyaratan negara tujuan,” tegas Mentan SYL.

Dia mengungkapkan bahwa komoditas unggulan ekspor asal Sulut senilai Rp 62,1 miliar ini telah dipastikan sehat dan aman. Sekaligus pula memenuhi persyaratan sanitari dan fitosanitari sesuai aturan dari 7 negara tujuan tersebut. Menurutnya, kebijakan hambatan tarif tidak lagi populer di perdagangan global saat ini dan berganti dengan kebijakan hambatan teknis dalam perdagangan atau technical barrier to trade (TBT, red), yakni hambatan yang diakibatkan oleh hal-hal teknis seperti kualitas produk, pengepakan, penandaan, dan persyaratan keamanan pangan.

“Oleh karenanya pemenuhan persyaratan sanitari dan fitosanitari atau SPS Measure pada produk pertanian yang diperdagangkan menjadi sangat penting. Barantan selaku otoritas karantina memiliki peran strategis untuk menjamin kesehatan dan keamanan produk pertanian tanah air mampu bersaing,” jelasnya.

Lebih lanjut SYL menyebutkan selain protokol, Barantan juga mendorong proses integrasi layanan digital berupa layanan sertifikat digital atau e-Cert ke berbagai negara. Sertifkat dikirim secara elektronik dahulu, setelah disetujui barang dikirim sehingga pasti diterimanya tidak ada lagi penolakan atau re-ekspor.

“Saat ini baru empat negara, Australia, New Zealand, Vietnam dan Belanda. Saya minta kalau bisa seluruh negara, ini targetnya,” tegasnya.(71)