oleh

Wabup Lengkong Launching Go Online Koltem

banner 1050236

Launching Go Online Koltem.

 

 

 

 

METRO, Airmadidi – Wakil Bupati Minahasa Utara Ir Joppi Lengkong MSi melakukan launching aplikasi Go Online Kolongan Tetempangan (Goltem) Rabu (23/09/2020) di Kantor Desa Kolongan Tetempangan (Koltem).

“Inovasi ini patut mendapat apresiasi, sebab seharusnya dimulai dari kabupaten, kemudian ke desa. Tapi ini justru dimulai dari desa. Ini pertama diterapkan di Minut dan di Sulut. Di era digital saat ini, kita pun harus menyesuaikan diri perubahan zaman. Sebab saat ini semua serba digital,” tutur Lengkong. 

Lengkong juga mengapresiasi pemerintah Desa Koltem dan karya Glendy Wowoling ST MT yang membuat aplikasi ini. “Suatu kebanggaan sebab ilmu yang didapat digunakan untuk membangun dan memajukan desa. Kedepannya diharapkan aplikasi ini akan mempermudah masyarakat untuk mendapatkan pelayanan,” imbuhnya.

Sementara tokoh masyarakat Minut, Drs Sompie F Singal MBA yang juga hadir di kegiatan itu berharap adanya aplikasi ini dapat membantu masyarakat untuk mendapatkan pelayanan. “Diharapkan dengan aplikasi ini, masyarakat akan semakin cepat dan tepat mendapatkan pelayanan dari pemerintah desa,” tukas mantan Bupati Minut ini seraya mengapresiasi karya Glendy putra dari Drs Denny Ronny Wowiling MSi mau menerapkan ilmu yang sudah diperolehnya untuk memajukan kampung halaman.

Hukum Tua Demas Kasegel menyatakan, inovasi ini tak lepas dari peran dan ide tokoh masyarakat, Drs Denny Wowiling MSi yang juga adalah mantan Ketua BPD Desa Koltem dan mantan anggota DPRD Minut. “Hal ini tak lepas dari kerja keras pemerintah, BPD dan masyarakat serta dukungan dari Pak Denny Wowiling. Kami berharap ke depannya Desa Koltem akan semakin maju,” ungkap Kasegel.

Ditambahkan Ketua DPD, Fredy Sirap, dengan penerapan aplikasi ini Desa Koltem bakal menjadi desa digital pertama di Minut bahkan di Sulut.

Glendly secara singkat menjelaskan bahwa dengan aplikasi ini, masyarakat yang sudah terdata dapat secara online mengurus berbagai keperluan di Kantor Desa. “Saat ini masih dalam masa transisi dari manual ke digital dan sementara disosialisasikan oleh perangkat desa,” jelasnya seraya menambahkan kemungkinan Oktober nanti aplikasi ini sudah bisa jalan.(RAR)