oleh

Rusak dan Pukul Sopir Ambulans Empat Pelaku Diringkus

banner 1050236

METRO, Manado, – Empat lelaki warga Desa Minaesa, Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara, diamankan Tim Gabungan dari Maleo Polda Sulut dan Polresta Manado. Mereka diketahui telah melakukan tindak pidana pengrusakan menggunakan benda keras terhadap fasilitas RSUP Kandou berupa mobil ambulance dan penganiayaan sopir.

Keempat pelaku diketahui berinisial FMB alias Pablo (17), IMA alias Ikhlas (16), RK alias Koko (20) serta HS alias Ramon (15).

Kapolresta Manado Kombes Pol Elvianus Laoli, mengatakan kejadiannya terjadi pada Minggu (20/09) sekitar pukul 20.00 Wita. Awalnya korban Johanes B Panamon (25), warga Desa Lemoh Barat, Kecamatan Tombariri Timur, Kabupaten Minahasa yang diketahui sebagai sopir ambulance mengantar jenazah Covid-19 ke tempat kejadian perkara (TKP).

“Ambulance itu menuju ke TKP dikawal mobil Patwal dan anggota Paniki. Sesampainya di Desa Minaesa massa sudah terkumpul maka sehingga membuat rombongan kendaraan menjadi terputus dan menjadi terlepas dari pengawalan,” ujar Laoli, Rabu (23/09) kemarin.

Lanjut perwira berpangkat tiga melati itu, pada saat lepas dari pengawalan kondisi saat itu sedang dalam keadaan mati lampu sehingga suasana menjadi gelap. Namun mobil tetap berjalan dengan diiringi oleh massa.

“Saat mendekati perkampungan terjadi pengrusakan yang pertama yaitu melakukan pemecahan kaca, kemudian menendang dan memukul-mukul mobil. Namun ada beberapa warga yang menghalangi untuk tidak melakukan perbuatan itu, bahkan sopir sempat juga pukuli,” beber Kapolresta.

Kemudian mobil ambulance lanjut ke pemakaman dan melakukan penguburan jenazah dengan protap Covid-19. Setelah prosesi pemakaman mobil ambulance kembali dan terjadi lagi pengrusakan.

Korban Johanes pun melapor di Polresta Manado. Berdasarkan dengan laporan polisi nomor: LP/1544/XI/2020/SULUT/Resta Manado, tanggal Minggu 20 September, anggota Polresta Manado melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut. Alhasil, empat pelaku berhasil diamankan.

Diketahui, masyarakat mendapatkan informasi bahwa almarhum ini tidak terkonfirmasi sebagai korban Covid-19. Padahal dari pihak keluarga sudah bisa menerimanya.

“Begitu banyak yang salah informasi diterima oleh masyarakat sehingga terjadi kejadian tersebut. Namun demikian sudah dilakukan penangkapan para tersangka di kampungnya di Desa Minaesa dan dikenakan pasal 170 KUHP yang ancamannya adalah 7 tahun penjara,” ucap Laoli.

Kapolresta Manado juga menghimbau kepada masyarakat agar dari kejadian ini masyarakat bisa lebih sadar.

“Saat ini kita sedang menghadapi pandemi Covid-19, dimana seluruh dunia sedang berusaha mencari jalan keluarnya. Jadi saya berharap kepada masyarakat mari kita patuhi protokol kesehatan tersebut, percayakan kepada pemerintah,” katanya.

Ditambahkannya, kejadian ini sangat tidak baik yang karena bisa menyebabkan terjadinya gerak terbaru yang bisa menyebabkan Cluster baru.

“Jangan kita menganggap bahwa Covid 19 yang tidak ada. Ini serius sehingga mari kita patuhi apa yang menjadi perintah dari pemerintah yaitu terkait protokol kesehatan yang terkait dengan aturan-aturan yang diberlakukan di antaranya adalah menggunakan masker menjaga jarak mencuci tangan dan itu harus kita lakukan,” pungkasnya. (33)