oleh

Triwulan III, 165 Ton Daging Ayam Olahan Masuk ke Sulut

banner 1050236

METRO, Manado- Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Manado merilis data dari sistem One Stop Service (OSS) volume pemasukan daging ayam olahan ke Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) pada triwulan III-2020 sebanyak 165 ton dengan nilai ekonomi mencapai Rp 16.3 miliar.

Jumlah ini bila dibandingkan dengan periode sama di tahun 2019 yang hanya 198 ton atau menurun 17%. Hal ini diprediksi akibat adanya pembatasan berskala besar berupa penutupan gerai makanan cepat saji dan restoran yang terbatas waktu operasionalnya akibat pandemi.

“Produk olahan ini masuk melalui seluruh tempat pemasukan di Sulut yang kami jaga berasal dari berbagai kota,” kata Donni Muksydayan Saragih, Kepala Karantina Pertanian Manado saat melakukan monitoring tindakan karantina pertanian di gudang pemilik CV. BL, di Manado, Sabtu(26/9) pekan lalu.

Menurut Donni, kegiatan monitoring dan pengambilan sampel yang dilakukan pihaknya sebagai upaya menjamin mutu dan kesehatan produk asal hewan agar aman dikonsumsi oleh masyarakat Sulut. “Saat ini sebanyak 6,8 ton produk olahan ayam milik CV. BL tiba di dermaga bongkar Pelabuhan Bitung dengan menumpang kapal KM. Tanto Tangguh dari Surabaya,” ujarnya.

Dijelaskan Donni, pihaknya melakukan serangkaian tindakan karantina berupa pemeriksaan fisik dan kesesuaian volume serta jenis produk. Selanjutnya dilakukan pengambilan sampel untuk pemeriksaan laboratorium. Pengujian berupa Total Plate Count (TPC) yang dilakukan di Laboratorium Karantina Pertanian Manado.

“Pengujian ini untuk menunjukkan jumlah mikroba yang terdapat dalam suatu produk dengan cara menghitung koloni bakteri yang ditumbuhkan pada media agar,” tutur Donni.

Secara terpisah, Kepala Badan Karantina Pertanian, Ali Jamil mengatakan, pengawasan keamanan dan pengendalian mutu bahan pangan dan pakan asal produk pertanian adalah tugasnya.

“Selain tugas utama menjaga kelestarian sumber daya alam hayati kita yang sangat kaya ini,” kata Jamil.

Ia menambahkan, Menteri Pertanian menginstruksikan jajarannya untuk terus lakukan sinergitas dengan pemangku kepentingan di unit kerja, untuk menjamin kelancaran arus barang pertanian. “Jadi produk pertanian yang dilalulintaskan tidak hanya sehat dan aman saja tapi juga harus lancar,” tukas Jamil.(71)