oleh

Pjs Bupati Minut Tegaskan Perangkat Daerah Jangan TMTA

Pjs Bupati didampingi Sekda memimpin rapat kerja perangkat daerah. 

 

 

 

METRO, Airmadidi – Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Minahasa Utara (Minut) Clay June H Dondokambey SSTP MAP menegaskan agar perangkat daerah jajaran Pemkab Minut agar pengelolaan administrasi tidak TMTA (Tiba Masa Tiba Akal). Hal itu diungkapkannya saat memimpin Rapat kerja (Raker) jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) yang digelar di aula lantai tiga Kantor Bupati, Rabu (21/10/2020). 

Pjs Bupati menegaskan administrasi pemerintahan

ini perlu dibenahi dan dikelola sesuai tata administrasi pemerintahan yang baik dan sebagaimana mestinya. Untuk itu menurutnua perlu ada perencanaan, manajerial, evaluasi dan kontrol dalam tugas-tugas administrasi pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan. 

“Semua harus dikelola dengan baik, jangan TMTA, Tiba Masa Tiba Akal,” tegas Dondokambey didampingi Sekretaris Daerah Ir Jemmy H Kuhu MA.

Lanjut Kepala Biro Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulut ini, kendaran dinas (kendis), yang dipersoalkan publik karena diduga digunakan dalam kegiatan lain di luar urusan pemerintahan akan ditertibkan. Menurut Dondokambey, Kendis harusnya dipergunakan untuk kegiatan pemerintahan dan pelayanan publik, bukan kegiatan politik praktis atau kegiatan lain yang tidak bertanggung jawab. “Intinya, Kendis untuk kegiatan pemerintahan dan pelayanan publik Pemerintah Kabupaten Minut. Bukan untuk kegiatan lain di hal-hal yang tidak bertanggung jawab. Pak Sekda dan yang mengatur aset Kendis, tolong perhatikan hal ini,” tukas Dondokambey.

Terkait penyerapan anggaran, Pjs Bupati menginhatkan untuk terus digenjot, termasuk dana penyelenggara Pemilihan Kepala Daerah. “Pilkada harus jalan dan mari kita sukseskan bersama-sama,” tutur Clay.

Dondokambey juga mengingatkan terkait penanganan Covid-19 harus terus dioptimalkan, termasuk sosialisasi dan edukasi bagi masyarakat. Menurutnya selama ini masih banyak masyarakat yang cuek dan acuh terhadap penggunaan masker. “Dalam operasi yustisi waktu lalu, masih banyak pelanggar tak pakai masker. Sosialisasi dan edukasi tidak cukup, perlu ada penindakan,” tandasnya.

Lebih lanjut Dondokambey menekankan terkait pandemi Covid-19, soal ketersediaan pangan. Untuk itu Pjs Bupati meminta agar sektor pertanian dan perkebunan perlu dioptimalkan. Dirinya mengapresiasi Dinas Pertanian yang telah menggagas kegiatan penanaman jagung. Dondokambey mengungkapkan, tanaman lainnya juga perlu digalakkan lagi, untuk menopang sektor pangan. 

Dirinya juga menekankan agar kesiagaan terhadap bencana alam di Minut juga harus diingatkan kepada camat dan pemerintah desa. Daerah pinggiran sungai, perbukitan, pesisir pantai dan daerah lain rawan bencana, perlu siaga. “Musim tak menentu, perlu waspada akan bencana alam,” ungkap Clay. Untuk itu dirinya  meminta, fasilitas dan tenaga kesehatan untuk tetap siaga dan memberikan pelayanan terbaik.

Dondokambey mengatakan lagi, kampanye hidup bersih dan bebas BABS harus menyeluruh ke semua masyarakat Minut, karena ini menyangkut kebersihan dan kesehatan masyarakat. 

Pjs Bupati juga menyoroti soal pembangunan pendidikan dan dalam pembelajaran saat pandemi Covid-19. Menurut Dondokambey perlu ada inovasi,  karena saat ini, pembelajaran dalam jaringan mengalami kendala, baik jaringan internet maupun lainnya. Pembangunan mental anak-anak sekolah perlu diperhatikan, karena mereka saat ini tinggal belajar daring di rumah, tanpa ke sekolah lagi. “Pembangunan mental anak sekolah perlu jadi perhatian. Jangan sampai metode daring, akan mengganggu anak-anak, yang telah terlalu jauh membuka konten yang tidak wajar. Informasi hoax, kekerasan dan lainnya,” tambahnya.

Dalam raker yang diikuti seluruh kepala perangkat daerah dan camat berkumpul dalam raker tersebut, Dondokambey memberikan apresiasi kepada seluruh perangkat daerah, yang telah bekerja optimal dan maksimal. “Terima kasih atas progress kerja selama ini, kepada Sekda dan jajaran,” pungkas Dondokambey.(RAR)

 

Komentar