oleh

Bandara Sam Ratulangi Manado Terima Subsidi Tarif PJP2U

banner 1050236

METRO, Manado- Bandara Sam Ratulangi Manado menjadi satu dari enam bandara PT Angkasa Pura I (AP1), yang memperoleh stimulus penerbangan melalui subsidi tarif Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U). Lima bandara lainnya yaitu Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Bandara Internasional Yogyakarta – Kulon Progo, Bandara Adisutjipto Yogyakarta, Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang, dan Bandara Internasional Lombok.

Stimulus ini diberikan kepada pengguna jasa pesawat udara yang melakukan pembelian tiket pesawat mulai 23 Oktober – 31 Desember 2020.

Direktur Utama Angkasa Pura I, Faik Fahmi mengungkapkan bahwa pemberian stimulus PJP2U ini secara langsung akan membuat harga tiket penerbangan dari 6 bandara tersebut menjadi lebih terjangkau bagi masyarakat.

“Kami berharap adanya kebijakan ini mampu mendorong kepercayaan diri bagi masyarakat untuk mulai bepergian lagi dengan menggunakan pesawat udara serta yang paling utama menggeliatkan kembali perekonomian dan pariwisata sekitar,” ujar Fahmi.

Kebijakan ini, menurut Fahmi ditetapkan sesuai nota kesepahaman (MoU) dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, perihal pemberian stimulus penerbangan melalui tarif PJP2U yang ditandatangani pada Kamis (22/10).

“Sebagai operator bandara kami sangat mengapresiasi dan mendukung upaya percepatan pemulihan ekonomi khususnya bagi industri penerbangan yang sangat terdampak oleh pandemi global Covid-19,” kata Fahmi.

Dari data yang diperoleh METRO, diketahui bahwa AP1 sebagai operator bandara terdampak cukup signifikan imbas pandemi Covid-19 baik dari segi operasional maupun bisnis. Sejak 1 Januari – 31 September 2020, AP1 tercatat melayani hingga 24.560.143 penumpang melalui 15 bandara, atau mengalami penurunan hingga 58 persen dibanding pada periode yang sama di tahun 2019 yang melayani hingga 61.159.240 penumpang.

Penurunan cukup tajam juga terjadi pada trafik pergerakan pesawat di mana pada periode 1 Januari – 31 September 2020 hanya mencapai 308.669 pergerakan atau mengalami penurunan hingga 45 persen dibanding pada periode yang sama di tahun 2019 yang mencapai 568.514 pergerakan.

Fahmi menambahkan, sebagai upaya untuk meningkatkan rasa aman dan nyaman saat melakukan perjalanan udara, penerapan protokol kesehatan di 15 bandara AP1 telah dijalankan sesuai dengan standar global yang mengacu pada WHO dan International Civil Aviation Organization.

“Atas konsistensi penerapan protokol kesehatan di bandara ini, pada 21 Agustus lalu Angkasa Pura I berhak menyematkan stempell safe travel dari World Travel and Tourism Council di mana penyematan stempel ini merupakan yang pertama kali di sektor kebandarudaraan Indonesia,” tukas Fahmi.(71)

Komentar