oleh

Pelatih Cabor Usulkan Pelatda PON XX Digelar Mulai Bulan Februari 2021

banner 1050236

SEJUMLAH Pelatih Cabang Olahraga (Cabor) dimana atletnya lolos ke PON XX Papua, Oktober 2021 mendatang mengusulkan kepada KONI Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) untuk memulai program Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) PON mulai bulan Februari 2021.

Pelatih Cabor Biliard, Denny Pua mengaku program latihan dalam bentuk Pelatda lebih ideal digelar mulai bulan Februari. “Lebih ideal jika program Pelatda PON dimulai pada bulan Februari 2021 untuk meneruskan program Pelatda Mandiri yang sudah dilaksanakan oleh KONI selama tiga bulan,” kata Pua.

Ia juga menyarankan agar program Pelatda diserahkan kepada masing-masing Cabor dan KONI Sulut memonitor program Pelatda yang dilakukan Cabor. “Srbelum masuk pada Pelatda Terpusat, saya usulkan kepada KONI Sulut untuk melaksanakan program Pelatda luar dimana untuk pelaksanaannya diserahkan kepada masing-masing pelatih cabor dan KONI hadir sebagai monitoring,” katanya.

Untuk program Pelatda Terpusat, Pua mengusulkan dilaksanakan hanya satu bulan menjelang keberangkatan ke Papua. Hal itu untuk mengantisipasi membentaknya anggaran untuk sewa penginapan dan makan minum selama Pelatda Terpusat. “Sebaiknya anggaran untuk sewa penginapan diberikan kepada atlet dan pelatih dalam bentuk uang saku untuk lebih memotivasi atlet dalam menjalani Pelatda,” tukas Pua.

Ia mencontohkan ketika Kontingen Sulut melakukan persiapan menuju PON Palembang dan PON Kalimantan Timur dimana program Pelatda Terpusat hanya dilakukan selama satu bulan. “Tapi waktu itu Pelatda Luar sudah dilakukan oleh masing-masing cabor dan ketika dilakukan pelatda terpusat program latihan lebih terarah untuk persiapan pertandingan,” lanjut Pua.

Senada juga dikatakan Pelatih Cabor Muaythai Sulut, Hendra Massie. Menurutnya, untuk cabor Muaythai, program Pelatda sebenarnya sudah dimulai sejak awal tahun 2020. Karena itulah dia mengusulkan agar program Pelatda PON Kontingen Sulut dilakukan lebih awal dalam bentuk Pelatda Luar. “Untuk Pelatda Terpusat idealnya digelar satu atau dua bulan menjelang keberangkatan ke Papua,” katanya.

Seperti halnya Pelatih Cabor Biliard, Denny Pua, digelarnya Pelatda Luar lebih awal dan hanya melaksanakan Pelatda Terpusat menjelang keberangkatan, agar anggaran Pelatda PON Sulut yang sangat terbatas bisa lebih dioptimalkan. “Lebih efisien dana untuk sewa penginapan untuk Pelatda Terpusat diberikan kepada atlet dan pelatih dalam bentuk uang saku,” tuturnya.(dni)

Komentar