Ada Pasien Covid-19 Meninggal, Warga Sangihe Takut ke RS

Ilustrasi- Pasien Covid-19.
Ilustrasi- Pasien Covid-19.

METRO, Sangihe- Selain meningkatnya angka pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Sangihe, tercatat sejak empat hari belakangan ini juga ada kematian akibat virus tersebut. Dari data yang diperoleh harian ini, tiga hari terakhir hingga, Selasa (06/07) ada pasien yang harus dimakamkan sesuai protokol Covid-19.

“Tiga hari berturut- turut ada pasien Covid yang meninggal dunia, dan tentunya pemakamannya sesuai prosedur yakni dimakamkan secara Protap Covid-19,” ungkap salah satu tenaga medis yang meminta namanya tidak dipublikasikan.

Bacaan Lainnya

Sementara itu sejumlah warga yang mencermati perkembangan terkini adanya penambahan pasien Covid-19 dan beberapa diantaranya meninggal dunia mulai merasa cemas, takut dan enggan untuk datang ke rumah sakit dalam berobat maupun konsultasi.

“Kalau seperti ini kondisi rumah sakit kita sekarang ini, kami lebih baik memilih berobat di rumah saja dengan membeli obat atau keperluan lainnya di apotek terdekat. Karena kami takut, akan jadi imbas terjangkitnya Covid-19,” ujar Zulfikar warga Tahuna Timur yang diaminkan warga lainnya.

“Apalagi kalau sakit batuk, flu dan lainnya sudah pasti akan di vonis Corona. Sehingga kami lebih memilih di rumah saja sampai suasana yang terbilang mencekam ini reda kembali,” sambungnya.

Hingga berita ini diturunkan kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sangihe, dr Jopi Tungari yang juga merupakan Juru Bicara (Jubir) belum bisa dikonfirmasi terkait hal tersebut. Dihubungi berkali-kali via ponselnya tak ada jawaban.(km-01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan