oleh

Rakyat Curhat Pupuk Bersubsidi Langka

Gubernur: Mo Cek Di Mana Da Basambunyi

METRO, Manado- Kelangkaan pupuk bersubsidi menjadi pengeluhan masyarakat pada saat anggota DPRD Sulawesi Utara turun reses ke daerah-daerah pemilihan. Seperti yang diserap oleh legislator Stella Runtuwene di Minsel-Mitra dan anggota dewan Inggried Sondakh di Minahasa-Tomohon.

Lalu apa tanggapan Gubernur Olly Dondokambey saat ditanyai wartawan soal keluhan rakyat ini? Ia mengatakan Pemerintah Propinsi sedang melakukan cek di lapangan mengapa ada kelangkaan pupuk bersubsidi.

“Kalau langka mo cek di mana ini pupuk da ba sambunyi. Sementara torang atasi, torang cek ke lapangan,” ucap Olly, Rabu (22/9/2021).

Ia juga menegaskan bahwa siapapun yang melakukan penimbunan akan ditindaki.

“Cek samua dorang pe tampa ba sambunyi. Kalau menimbun pupuk, torang suruh tangka,” tegas Gubernur lagi.

Seperti diketahui, saat turun reses II tahun 2021 di dapilnya Minsel, tepatnya di desa Mopolo, warga menyampaikan keluhan soal pupuk bersubsidi langka kepada legislator Stella Runtuwene.

“Kami kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi, sementara pupuk non subsidi sangat mahal. Harganya sangat mahal, berkisar Rp400 ribu sampai Rp500 ribu untuk ukuran Rp50 kilogram,” ungkap Yano Woran, petani desa Mopolo kepada Stella.

Ia pun berjanji akan segera melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk diperjuangkan aspirasi kelangkaan pupuk bersubsidi ini.

Hal yang sama juga menjadi perhatian legislator Inggried Sondakh. Ia meminta masyarakat untuk melaporkan ke DPRD jika ada permainan di distribusi pupuk bersubsidi.

Ia mengaku ikut merasakan apa yang dialami petani manakala menemui konstituennya yang mendapatkan masalah keterbatasan kuota pupuk bersubsidi.

“Tentunya sebagai wakil rakyat, torang pe perjuangan adalah selama ini mem-push pemerintah untuk penambahan kuota ke pusat, karena memang untuk mendapatkan pupuk bersubsidi maupun bibit tanaman ada aturannya,” terang dia.

Ia mempersilahkan petani bila menemukan atau merasa dirugikan dengan adanya permainan dalam pendistribusian pupuk bersubsidi untuk melakukan aduan resmi ke lembaga legislatif.

“Kalau petani berasa dirugikan dengan hal-hal seperti itu silahkan buat laporan tertulis kemudian mengadukan ke dewan disertai bukti-buktinya, torang bisa membantu supaya mereka yang “nakal” di lapangan ini harus ada punishment,” tegas dia.(37)

Komentar